Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Ingin Mudik Lebih Awal? Ingat Ini Aturan Terbaru Pemerintah

Pemerintah kembali memperketat syarat perjalan mudik lebaran bagi masyarakat. Ada aturan yang ditambahkan pemerintah bagi pemudik. Hal ini dilakukan agar masyarakat tak curi waktu start mudik lebaran.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Pemerintah kembali memperketat syarat perjalan mudik lebaran bagi masyarakat. Ada aturan yang ditambahkan pemerintah bagi pemudik. Hal ini dilakukan agar masyarakat tak curi waktu start mudik lebaran.

Dalam surat Satgas Covid-19 ini mengatur tentang pengetatan persyaratan mudik pada 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai 24 Mei 2021, dan melengkapi ketentuan peniadaan mudik pada 6-17 Mei yang ditegaskan tetap berlaku.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, penerbitan surat edaran tersebut bertujuan mengantisipasi penambahan arus pergerakan penduduk yang berpotensi pada peningkatan penularan kasus Covid-19 antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik.

Salah satu hal yang diperketat adalah syarat perjalanan swab PCR, antigen, dan tes GeNose H-14. Berikut ketentuan baru terkait syarat perjalanan dan masa berlaku swab PCR-antigen-GeNose terbaru.

Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18042021). Indonesia Nastional Air Carriers Association (INACA) meminta pemerintah untuk membebaskan biaya parkir pesawat di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II karena imbas dari kebijakan larangan mudik 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18042021). Indonesia Nastional Air Carriers Association (INACA) meminta pemerintah untuk membebaskan biaya parkir pesawat di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II karena imbas dari kebijakan larangan mudik 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Transportasi udara

- Surat keterangan hasil tes negatif RT/PCR atau rapid test antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif selain swab PCR dan antigen adalah hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Transportasi laut

- Surat keterangan hasil tes negatif RT/PCR atau rapid test antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Surat negatif hasil tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi laut pelayaran terbatas dalam wilayah atau satu kecamatan/kabupaten/provinsi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.

Tonton juga:

Membeli sepeda motor dengan cara kredit merupakan solusi bagi masyarakat dengan kocek terbatas. Terlebih jika mendekati Lebaran seperti sekarang ini, di mana kebutuhan akan kendaraan terbilang tinggi.

Kereta api

- Perjalanan antarkota menggunakan kereta api wajib menunjukkan hasil tes negatif RT/PCR atau antigen berlaku 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif lainnya, hasil tes negatif GeNose di setiap stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan.

Transportasi umum

- Dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 jika diperlukan oleh Satgas COVID-19 daerah
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi darat dengan kendaraan umum dalam satu wilayah aglomerasi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.

Transportasi darat

- Melakukan tes RT PCR/swab antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan
- Alternatif lain dilakukan tes GeNose C19 di rest area sebagai syarat melakukan perjalanan oleh Satgas COVID-19 daerah.
- Pelaku perjalanan diimbau mengisi e-HAC
- Khusus perjalanan rutin moda transportasi darat dengan kendaraan pribadi dalam satu wilayah aglomerasi tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR, swab antigen, atau GeNose.
- Namun, jika diperlukan Satgas COVID-19 daerah akan melakukan tes acak.

Alasan Pemerintah Perketat Aturan Mudik

Sejumlah kondektur menunggu penumpang di Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2021). Terminal Leuwi Panjang mulai memberlakukan pengetatan terhadap penumpang yang akan keluar Kota Bandung atas dasar himbauan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021 sejak 22 April hingga 24 Mei 2021. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Sejumlah kondektur menunggu penumpang di Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2021). Terminal Leuwi Panjang mulai memberlakukan pengetatan terhadap penumpang yang akan keluar Kota Bandung atas dasar himbauan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021 sejak 22 April hingga 24 Mei 2021. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengungkapkan ada tiga latar belakang Addendum ini dikeluarkan.

Pertama, pada Ramadhan dan semakin mendekati Idul Fitri 2021, terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat. Dalam hal ini baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang akan meningkatkan risiko laju penularan Covid-19.

Kedua, berdasarkan hasil Survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik Selama Masa Lebaran 2021 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, ditemukan masih adanya sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik Idul Fitri.

Ketiga, berdasarkan kedua hal tersebut maka untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 maka perlu dibentuk Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan siap melakukan tes acak bagi pelaku perjalanan transportasi umum darat. Karena itu, pelaku perjalanan transportasi umum darat diimbau untuk melakukan tes mandiri yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai syarat melanjutkan perjalanan.

Lebih lanjut Wiku mengingatkan, pengisian e-HAC Indonesia diwajibkan bagi pelaku perjalanan udara dan laut. Adapun anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan melakukan tes.

Selanjutnya, apabila hasil tes RT-PCR, rapid tes antigen, tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan. Pelaku akan diwajibkan melakukan tes diagnostik RT-PCR, dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

"Pada prinsipnya walaupun kita sudah mengantongi surat hasil negatif Covid-19, bukan berarti dapat menjamin kita senantiasa negatif karena peluang penularan masih ada. Oleh karenanya gunakan hak bepergian dari pemerintah dengan bertanggung jawab. Jika tidak mendesak, jangan pergi," kata Wiku tegas.

 

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation