Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Sudah Ada Chip di e-KTP, Kenapa Birokrasi di Indonesia Masih Pakai Fotokopi?

Birokrasi Indonesia masih marak menggunakan fotokopi KTP untuk urusan pendaftaran dan lainnya. Padahal, sudah ada chip di e-KTP~

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Media sosial dibikin heboh dengan postingan netizen yang keluhkan birokrasi Indonesia yang masih marak menggunakan fotokopi KTP elektronik atau e-KTP, untuk urusan pendaftaran dan lainnya. Padahal, sudah ada chip di e-KTP yang memuat data pribadi termasuk data kependudukan.

Dilansir dari laman Kompas, menurut Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah, lembaga yang masih menggunakan fotokopi KTP sebagai syarat kemungkinan belum bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sehingga belum dilengkapi dengan fasilitas card reader. Data kependudukan dalam e-KTP, menurut Zudan, bisa diakses dengan cara di-tap di card reader.

Fungsi dari chip dan biometrik yang ada dalam e-KTP adalah untuk menyimpan biodata pemilik, tanda tangan, pas foto, dan dua sidik jari.Chip dalam e-KTP adalah mikroprosesor dengan memori sebesar 8 kilobytes.

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh memperlihatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/3/2021). Kementerian Dalam Negeri menyebutkan realisasi perekaman e-KTP hingga Desember 2020 di 309 kabupaten dan kota telah mencapai 99,65 persen. ANTARA FOTO /Irwansyah Putra/hp.
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh memperlihatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/3/2021). Kementerian Dalam Negeri menyebutkan realisasi perekaman e-KTP hingga Desember 2020 di 309 kabupaten dan kota telah mencapai 99,65 persen. ANTARA FOTO /Irwansyah Putra/hp.

Chip e-KTP memenuhi standar ISO 14.443 A,14.443 B, sehingga tidak terlihat dari luar untuk mendukung kerahasiaan data pemiliknya. Letak chip tepatnya berada pada lapisan keempat E-KTP, sangat sulit dijangkau sehingga tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.

Terdapat tiga cara memverifikasi data e-KTP:
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Akses biometrik berupa foto dan sidik jari.
  • Card reader.

Sudah Ada Teknologi Chip, Kenapa Masih Fotokopi?

Mungkin banyak di antara kalian yang masih bertanya-tanya, “Kalau teknologi dalam e-KTP sudah secanggih itu, kenapa masih banyak ditemui birokrasi yang mengandalkan fotokopian KTP?” Jawabannya adalah: Tidak semua lembaga-lembaga menggunakan verifikasi dengan card reader, jadi masih harus fotokopi KTP.

Jika kebanyakan lembaga sudah bisa menggunakan ketiga cara yang disebutkan sebelumnya, maka fotokopi tentu tidak akan diperlukan lagi. Contohnya ketika bank sudah membuka akses data nasabah NIK, bank tersebut tidak perlu lagi menyantumkan fotokopi KTP sebagai syarat. Atau ada lembaga yang sudah menggunakan sidik jari atau sidik wajah, tidak perlu fotokopi. Atau bahkan yang ketiga tadi, lembaga sudah memiliki fasilitas card reader.

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh melakukan perekaman data dan wajah untuk kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/3/2021). Kementerian Dalam Negeri menyebutkan realisasi perekaman e-KTP hingga Desember 2020 di 309 kabupaten dan kota telah mencapai 99,65 persen. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh melakukan perekaman data dan wajah untuk kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/3/2021). Kementerian Dalam Negeri menyebutkan realisasi perekaman e-KTP hingga Desember 2020 di 309 kabupaten dan kota telah mencapai 99,65 persen. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.

Sedangkan biometrik juga merupakan identifikasi individu berdasarkan ciri-ciri yang terdapat dalam e-KTP. Cirinya bisa berupa sidik jari, mata, bahkan suara. Dalam e-KTP, ciri yang dipakai antara lain 10 sidik jari, iris pada dua mata, dan foto wajah.

Ciri-ciri tersebut yang otomatis disimpan ke pusat data Kemendagri saat pembuatan e-KTP. Fungsi biometrik adalah ketunggalan identitas, agar penduduk tidak bisa memiliki dua e-KTP baik dengan biodata yang sama atau pun beda.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Jangan bongkar chip e-KTP....

Chip dalam e-KTP Jangan Dibongkar

Ditemui pula konten di media sosial TikTok yang memperlihatkan seorang perempuan merekam kegiatannya membongkar chip pada e-KTP. Meski menurutnya e-KTP elektronik yang dibongkar itu sudah tidak berlaku, namun unggahan ini menjadi perdebatan dan viral di jagat maya.

Menanggapi hal ini, Zudan mengimbau agar pemilik e-KTP tidak membongkar chip pada eKTP-nya, meski sudah tak berlaku. Kalau pun e-KTP sudah tidak terpakai, eKTP tersebut harus dikembalikan ke Dinas Dukcapil setempat untuk ditukar dengan yang baru beserta data identitas yang sesuai.

Petugas merekam data pemohon Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Pare, Kediri, Jawa Timur, Senin (13/2021). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah setempat membuka layanan dokumen kependudukan sehari jadi di sejumlah kantor desa dan kecamatan guna mempermudah masyarakat mendapatkan e-KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, surat pindah, akta kelahiran, dan akta kematian secara cepat dalam satu tempat terdekat. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.
Petugas merekam data pemohon Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Pare, Kediri, Jawa Timur, Senin (13/2021). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah setempat membuka layanan dokumen kependudukan sehari jadi di sejumlah kantor desa dan kecamatan guna mempermudah masyarakat mendapatkan e-KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, surat pindah, akta kelahiran, dan akta kematian secara cepat dalam satu tempat terdekat. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.

Karena chip pada e-KTP menyimpan data pribadi termasuk foto dan sidik jari, sekaligus sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan pemalsuan, makanya diingatkan agar chip tidak dicopot.

“Misalnya Anda ke kantor pajak, cocokkan datanya, ke bank cocokkan datanya,” kata Zudan kepada Kompas.

Lagi pula, meski ada orang yang membongkar chip pada e-KTP, membaca data di dalamnya tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan data pada chip yang hanya bisa dibaca dengan card reader. Selain itu juga harus dengan persetujuan Dukcapil. Sedangkan untuk kabar yang menyebutkan bahwa chip pada e-KTP bisa digunakan polisi untuk melacak lokasi atau keberadaan seseorang dibantah oleh Zudan.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation