Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Rusunawa untuk Santri Penghapal Al-Qur’an

Sudah setahun, Rusunawa Institut Ilmu Al-Qur’an diresmikan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin. Rusunawa tersebut berada di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sudah setahun, Rusunawa Institut Ilmu Al-Qur’an diresmikan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin. Rusunawa tersebut berada di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Rusunawa setinggi tiga lantai yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan biaya pembangunan Rp 17,4 miliar tersebut memiliki kapasitas 64 unit hunian dan mampu menampung 256 mahasiswi penghafal Al Qur'an.

Wapres KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah tetap fokus dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda Indonesia. Untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing, pemerintah berupaya memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas pendidikan seperti Rusunawa dan Balai Latihan Kerja (BLK).

 

PU.GO.ID
PU.GO.ID

Menurutnya, pendidikan agama di Indonesia masih sangat diperlukan guna memberantas buta aksara Al Qur'an. Untuk itu, dirinya berharap kepada mahasiswi IIQ untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan non akademis sehingga dapat meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Tonton juga:

Genap setahun layani COVID-19, RSD Wisma Atlet sudah terima tiga penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan MURI hingga dari Kementerian PANRB.

"Saya yakin IIQ dapat menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat cerdas tapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan Al Qur'an. Saya harap para mahasiswi dan lulusan IIQ dapat menjadi tokoh-tokoh perempuan yang akan menjadi melakukan perbaikan dari segala segi yang dibutuhkan bangsa dan negara ke depan,” kata Wapres KH Ma'ruf Amin.

Rusun IIQ dibangun untuk menggantikan asrama mahasiswi IIQ yang ludes terbakar beberapa waktu lalu. Untuk memberikan kenyamanan bagi para santriwati penghafal Alqur'an, pihak Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa I melengkapi setiap unit hunian dengan beberapa furnitur, seperti tempat tidur tingkat, lemari pakaian, meja dan kursi belajar, wastafel dan kamar mandi. Kapasitas untuk setiap hunian adalah empat orang santriwati.

Salah seorang penghuni Rusunawa IIQ Shofwah Fahazehru mengungkapkan dirinya dan teman-temannya sangat senang bisa tinggal di hunian vertikal tersebut. Menurutnya, bangunan Rusunawa tersebut sangat nyaman untuk ditempati karena telah dilengkapi dengan meubelair.

"Kalau di asrama yang lama kami menempati satu ruangan untuk 12 orang. Tapi kalau di sini kami hanya berempat saja dan sudah ada tempat tidur, meja belajar dan kamar mandi di dalam kamar. Jadi kami lebih mudah untuk fokus dalam menghafal Al Qur'an," terangnya.

Sementara itu salah seorang penghuni Rusunawa lainnya Lulu Nurdzakiyah mengungkapkan bahwa dirinya berharap Kementerian PUPR bisa menambah satu unit lagi Rusunawa di kampus tersebut. Pasalnya saat ini ada satu asrama lagi yang kondisinya sangat memprihatinkan karena usia bangunan yang sudah tua."Kualitas bangunan Rusunawa IIQ yang dibangun Kementerian PUPR ini sangat bagus. Saya harap Kementerian PUPR bisa menambah Rusunawa lagi untuk IIQ," harapnya.

Program Rusun untuk Santri dan Mahasiswa

PU.GO.ID
PU.GO.ID

Pemerintah melalui KemenPUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi, namun juga mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama.

PUPR berkomitmen menyediakan hunian yang layak berupa Rumah Susun (Rusun) bagi santri, mahasiswa dan aparatur sipil negara (ASN). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi.

“Dengan dibangunnya Rusun tersebut diharapkan bisa membantu para santri untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar sehingga diharapkan akan mencetak SDM yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Menteri PUPR.

Setiap unit rusun yang diibangun telah dilengkapi dengan fasilitas yang layak seperti listrik, air bersih, dan perlengkapan rumah (meja, kursi makan, kursi tamu, tempat tidur, dan lemari pakaian).

Selain itu, rusun dibangun dengan sarana dan prasarana serta utilitas (PSU) seperti tempat parkir dan saluran air untuk memberikan kenyaman bagi para penghuninya.

Pembangunan rusun untuk meningkatkan kenyamanan belajar para santri dan mahasiswa pada Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama terus dilakukan Kementerian PUPR.

Sebelumnya pada periode 2005 hingga 2014 telah dibangun sebanyak 537 tower 3.850 unit dengan total biaya sekitar Rp1,7 triliun. Pembangunan Rusun dilanjutkan pada periode 2015-2019 dengan jumlah lebih banyak yakni 263 tower dengan total 5.743 unit.

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation