Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

3 Kilang Pertamina yang Pernah Terbakar Selain Balongan

Terbakarnya kilang Pertamina, bukan kasus pertama. Ada 3 kilang pertamina lain yang pernah terbakar selain Balongan. Kilang Balikpapan. Kilang Cilacap dan Kilang Putri Tujuh Dumai.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kilang Pertamina di Desa Balongan Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, terbakar, Senin, 29 Maret 2021. Seperti dikutip di website resmi Pertamina, kebakaran terjadi di tangki T301G. Penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti, namun pada saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.

Tim HSSE Kilang Pertamina Balongan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu fokus melakukan pemadaman api di area tangki kilang yang berlokasi di Desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran. Dengan adanya insiden ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.

Terbakarnya kilang Pertamina, bukan kasus pertama. Kilang Balongan saja sudah terbakar lebih dari sekali. Pada 2007 kobaran api melahap fasilitas pembuangan limbah di kilang. Namun, fasilitas produksi aman dari 'si jago merah'. Sekitar 12 tahun berselang, Kilang Balongan terbakar lagi.

Ada 3 kilang pertamina lain yang pernah terbakar selain Balongan. Kilang Balikpapan. Kilang Cilacap dan Kilang Putri Tujuh Dumai. Mari kita simak.

Kilang Balikpapan

Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

Kilang Pertamina Refinery Unit V Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami musibah kebakaran di cooler box atau bagian bak pendingin air yang menyebabkan pekerja di kawasan kilang dievakuasi keluar kilang.

"Kejadian percikan api tersebut terjadi di lokasi yang tidak terkait langsung dengan proses produksi kilang, sehingga operasional tidak ada yang terhenti," ujar Area Manager Communication Relation dan CSR PT Pertamina RU V Balikapan Ely Chandra Perangin-Angin, Jumat (26/3/2021).

Tonton juga:

Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, menantang debat terbuka dengan artis sekaligus anggota DPR RI, Mulan Jameela.

Kebakaran kilang Balikpapan pernah terjadi pada 2010 dan 2019. Pada 2010, kebakaran terjadi akibat kebocoran pipa reboiler debutanizer yang dialiri gas bertekanan tinggi. Kebakaran terjadi di pipa produksi.

Lalu pada 2019, Kilang Balikpapan dua kali terbakar, yakni pada April dan Agustus. Kebakaran yang terjadi pada April 2019 bermula dari kebocoran akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe ke Penajam Pasir Utara untuk selanjutnya diteruskan ke Kilang Balikpapan.

Sementara pada Agustus 2019, kejadian bermula dari percikan api di pengerjaan perbaikan pipa. Kebakaran terjadi saat perseroan tengah meningkatkan kapasitas kilang. Targetnya kala itu, produksi dan kualitas produk dari kilang bisa meningkat dari standar Euro II menjadi Euro IV.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Kilang Cilacap Pernah Terbakar

Kilang Cilacap

Ilustrasi/Antara Foto
Ilustrasi/Antara Foto

Pada 2016, kebaran terjadi di kilang minyak Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jateng, Rabu siang. Kebakaran terjadi pada tangki kecil nomer 41 (kilang) sekitar pukul 12.25 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, pihak kilang tengah menyelidiki terjadinya kebakaran tersebut.

"Sejumlah warga di sekitar Pertamina pun panik karena beberapa saat setelah ledakan itu terlihat adanya asap hitam pekat yang membubung tinggi. Namun sekarang (sekitar pukul 13.15 WIB, red.) kepulan asapnya mulai menipis," kata Slamet Riyadi salah seorang warga

Head of Communication and Relations Pertamina RU IV Cilacap Ristanto Heru Widodo mengakui adanya kebakaran pada sebuah tanki berukuran kecil di area kilang. "Tangki kecil nomor 41 di tengah (kilang). Kejadian sekitar pukul 12.25 WIB dan saat ini sudah dapat ditangani," katanya.

Menurut dia, pihaknya saat ini masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran tersebut, dan kejadian ini tidak mengganggu produksi minyak Pertamina RU IV Cilacap.

Pada 2011, kebakaran terjadi di tangki minyak ringan (High Octane Mogas Component/HOMC). Akibat kebakaran, Pertamina merugi hingga US$30 juta kala itu. Kebakaran diduga terjadi karena kesalahan teknis.

Buntutnya, Pertamina mencopot empat manajer perseroan, lalu memutasinya. Sementara pada 2016, kebakaran diduga terjadi karena panas berlebih di tangki aspal. Hal ini kemudian memunculkan percikan api dan kebakaran. Namun, tidak ada gangguan produksi setelahnya karena api bisa dipadamkan dam waktu cepat.

Kilang Putri Tujuh Dumai

Ilustrasi/Antarafoto
Ilustrasi/Antarafoto

KIlang Putri Tujuh juga pernah meledak dan memunculkan kebakaran pada 2014. Seperti yang dikutip dalam situs resmi Pertamina, Senin (17/2/2014). Peristiwa tersebut ketika dilakukan kenaikan temperatur pada Hydrocraking Unit (Unit HCU) 211. Lalu tiba-tiba muncul percikan api di heater 211-H-1, dan pada saat itu juga sistem langsung dimatikan.

Pertamina dan tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di heater 211 –H -1 Refinery Unit II Dumai di Jalan Putri Tujuh, Dumai Timur, satu jam setelah kebakaran terjadi atau pukul 23.38 WIB.

"Tim HSSE Pertamina dibantu unit pemadam kebakaran setempat segera melokalisir api hingga bisa memadamkannya pada satu jam kemudian," ungkapnya.

Atas pristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa, warga yang tinggal di sekitar areal kilang pagi ini sudah beraktivitas kembali, meski sebelumnya sempat panik. "Penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan aparat terkait," pungkasnya.

Pertamina memastikan pasokan BBM nasional tetap aman karena saat peristiwa itu terjadi, kilang sedang dalam perbaikan.

"Jadi gini kilang itu kondisi turn around (perbaikan), jadi kemarin lagi coba mau dihidupin kembali," kata Juru Bicara Pertamina Ali Mundakir.

Meskipun kilang tersebut terbakar, menurut Ali kondisi pasokan BBM di Indonesia masih aman. Pasalnya, Pertamina masih memiliki fasilitas kilang di wilayah lain.

 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation