Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Menanti Dibukanya Rusun Pasar Rumput untuk Hunian Warga

Warga sudah menanti panjang dari 2019, apalagi kabarnya Rusun Pasar Rumput diprioritaskan untuk warga yang terdampak banjir.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Proses pembangunan Rusun Pasar Rumput telah selesai. Sejumlah pedagang pun telah menempati kios-kios yang ada. Namun untuk penghunian unit Rusun masih belum ditempati. Sejumlah warga sudah menanti ingin segera menghuni rusun tersebut.

Bahkan pada akhir 2019 sejumlah warga sempat berbondong-bondong mendatangi Rusun Pasar Rumput. Mereka ingin segera melakukan pendaftaran.

Toni Ardin (55 tahun), salah satu warga yang datang berharap, warga sekitar rusunawa juga mendapatkan jatah prioritas untuk menghuni rusunawa tersebut. Toni yang tinggal di kawasan Menteng Atas, dekat TPU Menteng Pulo, berharap, rusunawa Pasar Rumput juga bisa disediakan untuk dirinya.

"Saya ngontrak sudah lebih dari 30 tahun, dulu ikut mertua. Setelah mertua meninggal, saya ngontrak. Ya saya harap juga bisa dapat kesempatan tinggal di Rusunawa Pasar Rumput ini," tutur Tony seperti dilansir Republika.co.id.

Toni mengatakan, mendapat informasi soal pembukaan rusunawa dari mantan pekerja. Ia mendengar uang sewa Rusunawa Pasar Rumput jauh lebih murah. "Denger-denger sih ndak sampai sejuta sewanya," kata dia.

Senada disampaikan Laela (40 tahun), warga Pasar Manggis yang tinggal di belakang Rusunawa Pasar Rumput. Ia berharap, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan untuk warga sekitar rusunawa, bukan hanya diperuntukkan bagi warga yang terkena gusuran normalisasi Kali Ciliwung. "Ya kalau bisa kita juga dapat," ujar Laela.

Pengelola Rusunawa Pasar Rumput Ari Hariman mengatakan, sudah dua pekan sejak kompleks pasar rusunawa dibuka pada awal Oktober 2019, warga terus berdatangan ke pihak pengelola untuk mendapatkan hunian.

"Sampai sekarang, belum dibuka untuk disewakan karena menunggu diresmikan hingga Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pemprov DKI Jakarta," kata Ari kepada wartawan saat itu.

Tonton juga:

Rumah Susun Semper Barat, Jakarta Utara segera beroperasi. Rusun ini akan diisi warga yang direlokasi dari daerah normalisasi sungai di wilayah Jakarta Utara. Bangunan rusun tunggal berlantai 18 bisa menampung 235 keluarga dengan luas per unit 30 meter persegi.

Ia menyebut, kewenangan ada di Dinas Perumahan DKI Jakarta untuk kepastian soal kapan resminya Rusunawa Pasar Rumput dibuka dan untuk siapa rusunawa disewakan. Dalam dua pekan ini, bahkan sudah ada 40 orang warga yang mendaftarkan diri untuk menghuni rusunawa ini.

Dari pencarian Opini.id, di sejumlah portal berita. Menginformasikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah menyerahkan pengelolaan sementara Rusun Pasar Rumput ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami harap Pemprov DKI Jakarta juga bisa segera mempercepat proses penghuniannya," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, seperti dilansir Antaranews.com.

Warga sudah menanti panjang dari 2019, apalagi disebut Rusun Pasar Rumput diprioritaskan untuk warga yang terdampak banjir. Sayangnya, sampai sekarang belum jelas, syarat apa saja yang harus dipenuhi jika ingin menempati rusun tersebut. Bola sekarang ada di Pemprov DKI Jakarta. Kita tunggu kerja cepat Pemprov DKI Jakarta, agar Rusun Pasar Rumput segera dihuni.

Rusun Pasar Rumput Diprioritaskan untuk Korban Banjir

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput untuk warga yang terdampak banjir Sungai Ciliwung.

Rusun Pasar Rumput terdiri atas tiga tower, dengan tinggi 25 lantai dan terdapat 1.984 unit serta 1.314 kios untuk penghuni yang bekerja sebagai pedagang. Rusun tersebut merupakan rusun yang berada di bawah wilayah Satuan Kerja Penyediaan Perumahan (Satker PP) DKI Jakarta.

Kepala Satker PP DKI Jakarta, Ridwan Dibya Sudartha menjelaskan, Kempupera melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I (BP2P Jawa I) yang membawahi wilayah DKI Jakarta berkomitmen untuk menyediakan hunian layak bagi warga Ibu Kota.

“Rusun Pasar Rumput termasuk ke dalam Program Sejuta Rumah yang bertujuan untuk membantu warga terdampak banjir daerah bantaran Ciliwung, agar mereka mendapatkan akses ke hunian layak huni. Fasilitas air bersih, sanitasi hingga ventilasi telah disiapkan untuk mendukung kehidupan warga,” ujar Ridwan Dibya Sudartha, Kepala Satker PP DKI Jakarta.

Rusun Pasar Rumput dibangun dengan konsep bangunan mixed use atau campuran antara kios pasar dan hunian. Selain itu, adanya integrasi sarana transportasi dan hunian yakni tersedianya Halte Transjakarta di depan Rusun Pasar Rumput diharap akan mempermudah masyarakat dan mengurangi mobilitas keseharian masyarakat dan mengurangi kemacetan di jalan raya karena penggunaan angkutan umum.

"Pembangunan Rusun Pasar Rumput ini kami laksanakan juga sebagai cara untuk mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membangun hal yang sama di pasar tradisional lainnya," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Khalawi menambahkan, pembangunan Rusun Pasar Rumput ini juga menjadi upaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat di DKI Jakarta. Selain lokasinya yang strategis, dirinya berharap bangunan ini juga dapat mendorong generasi milenial untuk tinggal di hunian vertikal.

Pihak PUPR berharap rusun tersebut bisa bermanfaat untuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat di Ibukota Jakarta serta mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung.

"Rusun Pasar Rumput juga ditujukan untuk masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung yang berada di sepanjang sempadan dan sungai mulai dari Pintu Air Manggarai sampai jembatan MT Haryono Cawang," terangnya.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation