Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Adakah Kaitan Kesehatan Mental dan Penyakit Jantung? Begini Penjelasan Ahli

Kesehatan mental dan penyakit jantung merupakan dua hal yang umum terjadi. Namun, apakah keduanya saling berkaitan?

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kesehatan mental dan penyakit jantung merupakan dua hal yang umum terjadi. Tidak jarang pula kedua masalah tersebut terjadi secara bersamaan. Tapi apakah orang yang memiliki kecemasan lebih rentan terkena penyakit jantung?

Photo by jesse orrico on Unsplash
Photo by jesse orrico on Unsplash

Ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada risiko penyakit jantung lebih tinggi misalnya, pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, dan merokok. Namun, faktor-faktor tersebut juga umum terjadi pada orang dengan masalah kesehatan mental. Beberapa penelitian baru menyesuaikan faktor-faktor tersebut dan menunjukkan bahwa jawabannya adalah: Ya, kesehatan mental dan penyakit jantung berkaitan.

American Heart Association (AHA) pada 2014 melakukan penelitian bertajuk Kualitas dan Hasil Kardiovaskular, yang melibatkan lebih dari 221.000 orang berusia 45 tahun ke atas tanpa riwayat penyakit jantung. Mereka semua mengisi kuesioner singkat tentang kesehatan mental. Setelah lebih dari empat setengah tahun, orang-orang yang melaporkan tingkat depresi dan kecemasan tinggi lebih cenderung mengalami serangan jantung atau stroke daripada orang-orang tanpa gejala tersebut.

Penelitian tersebut menjelaskan adanya kaitan antara kesehatan mental dan risiko penyakit jantung. Oleh karenanya, mereka meminta para praktisi kesehatan untuk memeriksa kesehatan mental seseorang saat dalam penanganan masalah jantung.

Melansir situs resminya, AHA mengutip penelitian dari jurnal medis Circulation yang menunjukkan bahwa kesehatan mental yang baik dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Terlebih, hal tersebut juga dapat meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

“Ada semakin banyak bukti bahwa kesehatan psikologis mungkin terkait dengan proses dan perilaku biologis yang menyebabkan CVD (penyakit kardiovaskular). Banyaknya data menunjukkan bahwa intervensi untuk meningkatkan kesehatan psikologis dapat berdampak positif pada kesehatan jantung,” kutip pernyataan itu.

Kesehatan Mental Jadi Bagian dari Proses Pengobatan Penyakit Kardiovaskular

Bagi mereka dengan penyakit kardiovaskular, AHA merekomendasikan pemeriksaan kesehatan mental yang dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan dan kesehatan mental sebagai bagian dari proses pengobatan.

Berdasarkan penemuan mereka, para peneliti meminta praktisi kesehatan untuk mempertimbangkan kesehatan mental dalam menangani penyakit jantung dari sisi psikologis pasien. Menurut peneliti, penyakit kardiovaskular tidak boleh dianggap sebagai masalah tunggal, melainkan sebagai sistem yang terintegrasi dengan pikiran, hati, dan juga tubuh.

Photo by Robina Weermeijer on Unsplash
Photo by Robina Weermeijer on Unsplash

Sekelompok peneliti mulai dari psikiater sampai epidemiolog, mengumpulkan berbagai penelitian mengenai kondisi psikologis dan kesehatan kardiovaskular, risiko, dan potensi penyakit. Mereka mengidentifikasi variabel-variabel penting dalam data, termasuk pengalaman emosional yang berkaitan dengan masalah neurobiologis dan tingkah laku yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Dr. Jennifer Ashton, kepala koresponden medis ABC News, menjelaskan jenis pemeriksaan kesehatan mental yang harus diberikan oleh penyedia layanan kesehatan. Menurutnya, tenaga medis perlu bertanya bagaimana orang dari sudut pandang kesehatan mentalnya.

“Ahli jantung seharusnya tidak hanya mendengarkan detak jantung, tapi mereka juga harus melihat dan mendengarkan perkataan maupun perasaan mereka untuk melihat apakah mereka perlu intervensi dari perspektif kesehatan mental,” kata Ashton.

Ashton mengatakan bahwa kondisi kesehatan mental termasuk depresi, kecemasan, stres, PTSD, isolasi, kesepian, pesimisme, dan kemarahan dapat memiliki risiko kesehatan negatif, termasuk komplikasi jantung.

Demikian pula, kondisi kesehatan mental yang positif seperti optimisme, perhatian, vitalitas emosional, dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan baik untuk jantung, menurut Ashton.

Lebih spesifik lagi, kondisi masalah psikologis berkaitan dengan:
  • 1. Detak jantung tak teratur
  • 2. Kenaikan tekanan darah
  • 3. Masalah pencernaan
  • 4. Peradangan
  • 5. Berkurangnya aliran darah ke jantung

Namun hal yang tak kalah pentingnya adalah, kondisi kesehatan mental juga mungkin terkait dengan perilaku yang mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti merokok, pola makan tak sehat, dan kurangnya olahraga.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation