Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Sepeda Sampai PS5, Ini Barang Wajib Lapor SPT Pajak dan Alasannya

Mengenai barang wajib lapor SPT, Ditjen Pajak menyentil pengguna sepeda melalui akun media sosialnya. Hayo lapor lapor~

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat yang punya barang-barang berharga wajib lapor ke Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Dalam informasi terbaru yang disampaikan soal barang wajib lapor SPT tersebut, Ditjen Pajak menyentil pengguna sepeda melalui akun media sosialnya, Senin (22/2).

Laporan barang-barang berharga tersebut akan dilaporkan sebagai harta dalam SPT, yang bisa dilaporkan hingga tanggal 31 Maret untuk Wajib Pajak Orang Pribadi tiap tahunnya.

Tapi ternyata sepeda yang wajib dilaporkan bukan cuma sepeda mahal seperti Brompton. Menurut Kepala Subdit (Kasubdit) Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Ani Natalia, laporan ini berlaku buat semua jenis sepeda tanpa terkecuali, mau itu ada ketentuan nilai barang atau tidak.

“Misalnya tahun 2020 kemarin beli sepeda harga Rp3 juta, silakan dimasukkan di kolom harta dengan kode 041, sepeda, tahun perolehan 2020, harga perolehan Rp3 juta rupiah. Keterangan bisa disebutkan merek sepedanya,” kata Ani dikutip dari CNBC.

Selain sepeda, berikut daftar harta lain yang turut disertakan dalam laporan SPT merujuk pada aturan perpajakan. Secara garis besar komponen harta tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Daftar harta yang turut disertakan dalam laporan SPT:
  • 1. Kas dan setara kas (uang tunai, tabungan, giro, deposito).
  • 2. Piutang.
  • 3. Investasi (saham, obligasi, surat utang, reksadana, instrumen derivatif, penyertaan modal dalam perusahaan tertutup dan terbuka, dan investasi lainnya).
  • 4. Alat transportasi (sepeda, sepeda motor, mobil, dan alat transportasi lainnya).
  • 5. Harta bergerak (logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik, kapal pesiar, pesawat terbang, peralatan elektronik, furniture).
  • 6. Harta tidak bergerak (tanah dan/atau bangunan baik untuk tempat tinggal atau usaha seperti rumah, ruko, apartemen, kondominium, gudang, dan lainnya).

Kenapa Harus Lapor Harta ke SPT Pajak?

Pelaporan pajak adalah kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Kira-kira itulah pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Neilmaldrin Noor. Hal ini bisa berfungsi sebagai indikator untuk melihat kewajaran harta yang dimiliki seseorang oleh wajib pajak.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

“(Harta harus dilaporkan karena) untuk melihat kewajaran perhitungan Pajak Penghasilan dari wajib pajak,” kata Neilmaldrin kepada CNBC.

Dengan alasan tersebut, jadi gak ada ketentuan atau kriteria khusus mengenai minimal nominal harta yang harus dilaporkan. “Karena pada prinsipnya, semua harta dilaporkan dalam SPT,” pungkas Neilmaldrin.

Cara Lapor ke SPT Pajak

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pelaporan SPT, yaitu secara online dan manual dengan langsung datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Kalau kondisinya lagi pandemi seperti saat ini, ada baiknya melakukan pelaporan secara online. Pelaporan secara online bisa dilakukan dengan mengisi formulir online yang bisa diakses melalui laman https://djponline.pajak.go.id.

Masyarakat Indonesia bisa mengakses laman itu kapan dan di mana saja. Masyarakat cuma butuh koneksi internet, jadi mau lapor wajib pajak gak perlu repot-repot antre di KPP.

Setelah itu, pelapor perlu login dan mengisi formulir yang tersedia sesuai dengan profil masing-masing. Tapi kekurangannya, lapor secara online melalui e-filing memerlukan nomor Electronic Filing Identification Number (e-FIN) yang cuma bisa didapatkan secara langsung dengan datang ke KPP. Usai memiliki e-FIN, pelapor bisa melakukan aktivasi akun dan mengisi formulir SPT yang tersedia sesuai dengan petunjuk dalam formulir.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Kalau mau melakukan secara manual bisa dengan datang langsung ke KPP, pelapor cuma perlu membawa formulir SPT Tahunan yang sudah diisi dengan benar, lengkap, dan jelas. Setelah itu, serahkan formulir tersebut ke petugas pajak yang ada di KPP.

Kemudian pelapor akan dapat tanda terima pelaporan SPT Tahunan yang telah dilaporkan tadi. Nah, bukti pelaporan SPT Tahunan tersebut disimpan jaga-jaga kalau suatu saat dibutuhkan.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation