Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Hukuman Mati Koruptor Dianggap Gimmick, Gak Selesaikan Masalah Korupsi

Hukuman mati koruptor gak menyelesaikan masalah korupsi. Bukan hukumannya yang perlu dibenahi, tapi gimana ketegasan KPK dan pemerintah adili koruptor.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kasus korupsi Menteri Sosial Juliari Batubara bikin masyarakat Indonesia jengkel. Gimana gak bikin kesel? Soalnya kasus korupsi berkaitan sama bantuan sosial pandemi Covid 19 yang diterima oleh masyarakat. Sontak kasus ini langsung direspon keras oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Ia wacanakan Juliari bakal diancam hukuman mati karena berani ‘tilep’ uang bantuan sosial yang notabenenya hak  akyat. Tentu saja, wacana hukuman mati koruptor diterima oleh masyarakat yang jengkel sama kelakuan mereka. Tapi apakah benar KPK berani? Emang benar hukuman tersebut menunjukkan komitmen pemerintah berantas korupsi? 

Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kasus suap pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kasus suap pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta

Diragukan oleh Banyak Pihak 

Korupsi bansos yang dilakukan oleh Juliari menambah daftar koruptor di jajaran menteri kabinet Jokowi. Kasus ini menegaskan menteri sosial emang biang korup yang sebelumnya ada Idrus Marham (2018) di era Jokowi. Dan Bachtiar Chamsyah korupsi pengadaan sapi impor, sarung dan mesin jahit (2004-2008) di era SBY. 

Baca Selengkapnya
Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation