Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Soal Larangan Alkohol, Indonesia Harus Belajar dari Uni Emirat Arab

DPR nunjukin passion mereka buat terus kerja. Mereka kini kompak “menghidupkan kembali” rancangan undang-undang tentang larangan alkohol.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kabar gembira hadir kembali buat kita semua. Kali ini, DPR nunjukin passion mereka buat terus kerja. Bapak-bapak dan ibu-ibu kawasan Senayan itu kompak “menghidupkan kembali” rancangan undang-undang tentang larangan alkohol. Mereka berharap, dengan adanya RUU ini, masyarakat bisa lebih tertib, minim kriminalitas dan kecelakaan. Walaupun kayaknya kagak ada dah data akademis yang ngedukung indikator mereka ini. Chuakzzz.

Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash
Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

Yeee beneran. Pada tahun 2017 lalu, Pusat Kajian Kriminologi FISIP Universitas Indonesia pernah ngerilis studi yang nyimpulin kalo gak ada data statistik spesifik soal hubungan antara tingkat kejahatan sama konsumsi minuman beralkohol. Info terakhir bilang kalo naskah RUU emang gak nyantumin data soal berapa jumlah kasus kekerasan yang terjadi akibat konsumsi alkohol. Jadi landasan RUU ini cuma pendapat kali yak, bukan data.

Baca Selengkapnya
  1. Minuman beralkohol tradisional; dan
  2. Minuman beralkohol campuran atau racikan.
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation