Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Penggunaan Kata Anjay Gak Selalu untuk Memaki, Ini Menurut Ahli

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menilai kata anjay bisa berpotensi pidana. Lantas bagaimana penggunaan kata anjay yang tepat?

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

“Motor bebek ganti knalpot racing. Suaranya anjay,” itu potongan lirik yang dibawakan Kemal Pahlevi dan Younglex. Lagu dengan judul anjay tersebut sudah tenar 3 tahun lalu. Tapi adem-adem aja gak ada yang coba mengusik. TIba-tiba sekarang ini kata Anjay, jadi perbincangan warga net. Setelah Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta kata anjay tidak diucapkan lagi. Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menilai kata anjay bias berpotensi pidana. Lantas bagaimana penggunaan kata anjay yang tepat?

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana, baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan. Namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak, tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata anjay. Ayo kita hentikan sekarang juga," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Baca Selengkapnya
Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation