Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Gerbong Khusus Perempuan, Melindungi atau Mempertebal Stigma?

Gerbong khusus perempuan hanya menjadikan perempuan semakin terisolir, terjebak dalam ilusi bahwa perempuan lemah dan laki – laki sebagai pihak yang lebih kuat harus memberikan keamanan kepadanya.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kebijakan membuat gerbong khusus perempuan dianggap sebagai upaya melindungi atau mencegah perempuan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelecehan, meningkatkan harkat dan martabat perempuan dan memberikan rasa aman bagi perempuan pengguna transportasi publik. Kereta khusus perempuan ini merupakan kebijakan publik PT KCJ (PT KAI Commuter Line) sebagai alternative action untuk melindungi perempuan. Bentuk kebijakan publik tersebut menggunakan prinsip “perlindungan” pada perempuan dan bukannya prinsip “penghargaan”. Dengan begitu, adanya kebijakan tersebut seolah–olah memberikan legitimasi terhadap “kerentanan” yang dimiliki perempuan. Gerbong khusus perempuan hanya menjadikan perempuan semakin terisolir, terjebak dalam ilusi bahwa perempuan lemah dan laki–laki sebagai pihak yang lebih kuat harus memberikan keamanan kepadanya. 

Photo by  Lindsey LaMont on  Unsplash

Sebagai suatu kebijakan publik yang menunjukkan perhatian pada masalah kekerasan atau pelecehan yang dialami perempuan, Gerbong khusus perempuan merupakan tindak victim blaming yang disamarkan melalui kebaikan dan perhatikan sehingga terasa humanis dan membuat kebijakan tersebut menjadi suatu hal yang wajar dan memang sudah sepantasnya dilakukan. Terlebih lagi dengan memisahkan perempuan pada wilayah/tempat khusus tersendiri yang dapat membentuk label bahwa mereka adalah “berbeda” sehingga dapat menimbulkan diskriminasi. Hal itu dapat memunculkan pembenaran atas perlakuan yang mereka dapatkan selama ini dan menempatkan perempuan dalam diskriminasi namun melalui cara-cara yang terlihat humanis sehingga diskriminasi tersebut tersamarkan. 

Baca Selengkapnya
Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation