Corona Bukan Akhir Dunia | Opini.id
Opini.id
Pop Culture
Human Interest
 
Scroll
 
 
 
 
 
 
 
 
Setelah sempat tertelan isu global dan domestik lain, berita virus corona mendadak trending lagi di Indonesia, usai Presiden Joko Widodo umumkan terdapat 2 WNI positif COVID-19. Deg-degan boleh, tapi gak usah sampe panik borong sembako, masker, sampe temulawak. Kepanikan hanya bikin kita semua sengsara. Apalagi, lebih dari 50% orang terinfeksi COVID-19 telah dinyatakan sembuh tanpa vaksin.
 
 
 
 
 
 
 
 
Virus telah mengglobal dari China sebagai titik episentrumnya, menyebar dari Asia, ke benua Amerika, Eropa, hingga Afrika. Bahkan, negara tetangga kita, Singapura sampai harus menjatuhkan travel warning bagi mereka yang ingin berkunjung ke negaranya.

Hingga awal Maret 2020, korban meninggal karena Covid-19 telah melampaui 3.000 jiwa, dengan jumlah kasus mencapai 93 ribuan di seluruh dunia.
KORBAN CORONAVIRUS
(hingga 4 Maret 2020)
0
KORBAN JIWA
0
JUMLAH KASUS
 
 
 
 
 
 
 
 
KORBAN MENINGGAL CORONAVIRUS


Sumber:
Peta ArcGIS dari John Hopkins CSSE
 
 
 
 
 
 
 
 
Yang perlu diingat, wabah Virus Corona Wuhan sepertinya belum segera berakhir. Karena, jumlah kasus infeksi baru terus bermunculan gak cuma di daratan suatu negara saja. Bahkan, virus ini juga menyebar di kapal pesiar Diamond Princess. Dari satu kapal itu saja, jumlah korban positif virus mencapai lebih dari 700 orang dari berbagai kewarganegaraan, termasuk 9 orang WNI.
coronavirus di kapal
diamond princess
0
POSITIF VIRUS
0
WNI
 
 
 
 
 
 
 
 
PENYEBARAN CORONAVIRUS
MENYERANG SETIDAKNYA 81 NEGARA/WILAYAH KHUSUS
China
0
Korea Selatan
0
Italia
0
Iran
0
Jepang
0
Perancis
0
Jerman
0
Spanyol
0
Amerika
0
Singapura
0
Hong Kong
0
Inggris
0
Thailand
0
Taiwan
0
Australia
0
Malaysia
0
Kanada
0
Swedia
0
UAE
0
Vietnam
0
Belgia
0
Lebanon
0
Israel
0
Makau
0
India
0
Finlandia
0
Filipina
0
Rusia
0
Indonesia
0
Mesir
0
Nepal
0
Kamboja
0


Sumber:
Peta ArcGIS dari John Hopkins CSSE
 
 
 
 
 
 
 
 
Apalagi, virus ini mampu menumpang di tubuh orang yang sehat, dan menjadi medium penyebaran ke orang-orang di sekitarnya. Mereka dikenal dengan istilah super spreader. Satu di antaranya adalah pebisnis Inggris, Steve Walsh yang diklaim Washington Post telah menyebabkan 11 orang terjangkit virus mematikan ini.
 
 
 
 
 
 
 
 
SUPER SPREADER
steve walsh
steve walsh Terinfeksi di Singapura, Melakukan perjalanan ke Perancis, Swiss, dan Inggris. Sebabkan 11 orang terinfeksi.
 
 
 
 
 
 
 
 
Informasi Hoax Bikin Keruh
Berita mengenai virus Corona menjadi semakin ramai saat tersebar video di internet yang menampilkan seorang gadis China sedang memakan seekor kelelawar dengan keadaan utuh menggunakan sumpit. Banyak yang mengira bahwa perempuan itu berasal dari daerah Wuhan, tempat asal berkembangnya virus Corona. Unggahan tersebut akhirnya menyebabkan ribuan warganet menyalahkan kebiasaan makan orang China yang “kotor”. Terlebih karena mengonsumsi satwa liar, secara mentah pula. Cukup logis mengingat wabah itu konon dimulai di pasar yang menjual hewan di Wuhan, China.

Namun masalahnya adalah ternyata video itu bukanlah berlatar di Wuhan maupun China. Video itu merupakan cuplikan acara jalan-jalan dalam episode di Palau, salah satu negara di daerah Pasifik, dengan gadis pembawa acara bernama Wang Mengyun. Dalam cuplikan tersebut, ia sedang ada di segmen kuliner makan hidangan disana dengan mencicipi kelelawar sebagai sebuah tambahan gimik demi menambah kesan petualangan dan antusiasme penonton karena makanan yang tersebut tergolong ekstrim.

Berdasarkan pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak 23 Januari 2020, setidaknya terdapat 4-6 hoax per hari yang berhasil dideteksi dan divalidasi. Jumlah ini pasti akan terus bertambah banyak, tapi masih kalah sama produktivitas hoax era rivalitas cebong-kampret tiap kali pemilu, mau itu pilkada maupun pilpres.
 
 
 
 
 
 
 
 
HOAX CORONAVIRUS
PER 30 Januari 2020
 
 36 hoax
PER 12 Februari 2020
 
 86 hoax


Sumber: Kominfo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
hoax paling epic:
hp xiaomi tularkan coronavirus
fakta:
Virusnya gak mungkin berkembang biak di smartphone.
Lagian, kebanyakan ponsel Xiaomi yang beredar di Indonesia sudah diproduksi di Indonesia, gak lagi diimpor dari China. Sejak Februari 2017, pabrik Xiaomi di Batam, Kepri, telah memproduksi 10 juta unit ponsel.

Sumber: Kominfo

Antara Kewaspadaan dan Reaksi Berlebihan
Drama terjadi dalam penerbangan maskapai asal Jerman, Lufthansa ke China pada hari Rabu (29/1) ketika seorang penumpang asal China batuk hebat saat pesawat sedang mengudara. Hal yang membuat keadaan menjadi lebih buruk adalah: Dia mengaku kepada penumpang lainnya bahwa dua minggu sebelumnya, dia berada di Wuhan, kota pusat penyebaran virus Corona.

Meskipun ada keributan di kabin, kapten tetap tenang dan terus terbang. Pesawat mendarat dengan selamat di tujuannya. Seluruh awak pesawat serta penumpang yang duduk di dekat penumpang China tersebut segera diuji. Beberapa jam kemudian baru ada kelegaan karena semua yang dites untuk virus Corona, hasilnya negatif.

Minggu ini, etnis saya membuat saya merasa seperti bagian dari massa yang mengancam dan berpenyakit. Melihat saya sebagai seseorang yang membawa virus hanya karena ras saya, well, itu sangat rasis.
- Sam Phan, seorang mahasiswa di University of Manchester, menulis di Guardian.
Tindakan Rasis Terkait Virus Corona
Sam Phan merupakan satu dari sekian banyak orang yang mendapatkan diskriminasi hanya karena ketakutan yang berlebihan akan penyebaran virus Corona. Dilansir dari Market Watch, Phan sesekali menaiki bus untuk bekerja sekitar satu minggu lalu. Kemudian ketika ia duduk, pria di sebelahnya dengan spontan siap-siap bergegas, mengumpulkan barang-barangnya, dan berdiri untuk menghindari duduk di sebelahnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
  PERANCIS
Perancis membuat tagar #JeNeSuisPasUnVirus di Twitter yang artinya: Saya bukan virus.
  VIETNAM
Hotel di Danang, Vietnam yang berlokasi di sebuah resor pantai terkemuka, menolak turis asal China.
  Denmark
Sebuah surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, menerbitkan kartun yang mengganti bintang kuning di bendera China dengan gambar representasi virus.
  Italia
Pemberitahuan di kafe di Roma yang mengatakan “Semua orang yang datang dari China tidak diizinkan masuk.”
  Indonesia
Beberapa ratus penduduk lokal di kota Bukittinggi, Sumbar, jalan berbaris menuju Hotel Novotel, tempat dimana sekitar 170 wisatawan China menginap untuk memprotes masuknya mereka ke Indonesia.
  Korea Selatan
  Jepang
  Hong Kong
  Vietnam
Restoran di Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Vietnam menolak orang China.
Jerman
Majalah Der Spiegel Jerman memuat tajuk berita yang bertuliskan “Made in China” bersama dengan foto seorang individu yang mengenakan alat pelindung pernapasan.
 
 
 
 
 
 
 
 
Orang Indonesia Kebal Virus Corona?
Seperti tercantum dalam tulisan blog Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Banyak orang yang heran melihat wabah Virus Corona sepertinya tidak merambah ke Indonesia. Apalagi setelah melihat berita soal 238 WNI yang dievakuasi dari China dan diobservasi di Natuna, dalam kondisi sehat.

Menurutnya, ada yang bilang karena faktor cuaca panas. Tapi, Malaysia dan Singapura dengan cuaca yang mirip sudah terkena serangan virus ini. Ada juga yang bilang, orang Indonesia jadi kebal karena tubuhnya udah biasa hadapin virus.

Dahlan menyatakan, sebagian lainnya mengira Indonesia tidak mampu, atau belum punya alat-alat medis berteknologi mutakhir untuk mendeteksi Virus Corona. Jadi sebagian pendapat bilang kebal, sebagian lainnya justru merendahkan Indonesia.

Kenyataannya, orang Indonesia gak kebal Virus Corona. Presiden Joko Widodo baru-baru ini umumkan 2 WNI positif COVID-19. Karena sempat berinteraksi dengan WNA asal Jepang yang dinyatakan positif di Malaysia. Sebelumnya, terdapat 9 WNI yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif Virus Corona. Kabar baiknya, 2 pasien telah dinyatakan sembuh oleh otoritas Jepang. Sementara, 1 pekerja migran Indonesia yang positif COVID-19 di Singapura masih dalam perawatan.

Di sisi lain, SOP Indonesia dalam mengantisipasi wabah penyakit emerging, seperti SARS, MERS, Avian Flu, serta 2019-nCoV, sudah sesuai standar WHO. Sekadar informasi, Indonesia merupakan negara pertama yang menggunakan Joint Risk Assessment (JRA) pada 2018 lalu, untuk membuat strategi melawan penyakit akibat virus dari hewan (zoonoses). JRA mendapat dukungan penuh dari WHO, FAO, serta OIE (World Organisation for Animal Health).

Dalam skema JRA, sekitar 60 instansi terkait, seperti kementerian kesehatan, pertanian, badan penanggulangan bencana, hingga aparat keamanan dan tentara, membuat assessment dan joint strategy untuk mengantisipasi wabah penyakit emerging.
 
 
 
 
 
 
 
 
Tingkat Kematian
(Case-Fatality Ratio)
0
%*
corona
0
%
sars
pada penderita usia di atas 64 tahun lebih dari 50 %
0
%
mers
0
%
ebola


Sumber data:
WHO, CDC, dan sumber lainnya
*data per 18 Februari 2020 siang, masih terus berubah
 
 
 
 
 
 
 
 
Virus dari Kelelawar, Sembuh Karena Obat HIV
Tim peneliti dari China maupun WHO dan badan internasional lainnya meyakini, virus corona berasal dari hewan liar yang dikonsumsi oleh manusia. Tersangkanya mulai dari kelelawar, trenggiling hingga ular. Tapi dugaan terkuat adalah kelelawar.

Pemerintah China mengklaim setidaknya 51 pasien virus corona berhasil disembuhkan dan kembali ke kediaman masing-masing. Sejumlah laporan menyebutkan, China menggunakan obat HIV bermerek Kaletra yang diproduksi AbbVie Inc, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat.

Kaletra tergolong obat lopinavir dan ritonavir yang mampu mencegah penyebaran virus di dalam tubuh pasien. National Health Commission (NHC) China menyatakan, setiap pasien diberikan 2 tablet lopinavir dan ritonavir per hari, ditambah penguapan obat alpha-interpheron dua kali sehari.
Jangan Panik,
Tetap Waspada