7 Penyakit Ini Patut Diwaspadai Para Caleg Pascapemilu | OPINI.id
7 Penyakit Ini Patut Diwaspadai Para Caleg Pascapemilu

Pemilihan Umum 2019 berlangsung hari ini, Rabu 17 April 2019, ada calon presiden dan wakilnya yang bakal dipilih warga, tapi juga ada calon legislatif. Ada ribuan caleg alias calon legislatif yang berebut kedudukan di kursi DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten.

Dari jumlah yang begitu besar, para caleg ini tak semuanya akan berhasil menduduki kursi. Lantaran kursi yang tersedia tidak mampu menampung semuanya. Hingga sebagian caleg yang telah berjuang mati-matian, bisa berujung menelan pil pahit kekecewaan. Para caleg yang kurang beruntung karena tidak memiliki cukup suara untuk duduk sebagai pejabat negara rentan didera perasaan tertekan.

Perasaan tertekan itu bisa membuat caleg berakhir dalam kondisi stres atau depresi. Hingga mereka rentan mengalami berbagai penyakit lain. Beberapa penyakit yang bisa dialami para caleg yang tidak terpilih diantaranya:

1. Sakit Kepala.

Stres dan depresi membuat tubuh kesulitan untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Akibatnya, kecemasan, kelelahan, kurang tidur, dan berbagai kondisi merugikan lainnya bisa terjadi kemudian. Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, kurang istirahat, postur tubuh yang buruk, kecemasan, kelelahan, kelaparan, dan kadar zat besi rendah adalah awal mula terjadinya sakit kepala tegang atau tension-type headache (TTH).

2. Tekanan Darah Tinggi.

Tekanan demi tekanan yang didapatkan akibat kekalahan saat Pemilu membuat seorang caleg tidak bisa tenang. Keadaan ini membuat jantung harus mempompa darah dengan lebih kencang dan kuat. Sebagai akibatnya, tekanan darah akan meningkat dan cenderung tinggi dalam waktu yang lama. Keadaan ini dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi alias hipertensi.

3. Penyakit Jantung.

Stres membuat jantung memompa darah dengan lebih cepat. Sebagai akibatnya, jantung akan kelelahan hingga fungsinya menurun secara berangsur-angsur. Kondisi ini akan berakhir dengan penyakit jantung.  

4. Diabetes.

Saat stres, liver (organ hati) biasanya akan menghasilkan glukosa untuk meningkatkan energi. Namun, karena stres membuat orang yang mengalaminya enggan beraktivitas, glukosa tersebut tidak akan diubah menjadi energi, melainkan menumpuk menadi lemak. Jika seseorang  mengalami stres berkepanjangan, tubuh tidak mampu lagi menyimpan glukosa yang berlebih sehingga risiko penyakit diabetes tipe 2 akan melonjak.

5. Infeksi.

Stres atau depresi juga bisa membuat tubuh seseorang kehilangan pertahanan terhadap zat berbahaya, termasuk radikal bebas. Oleh karena itu, saat sedang stres atau depresi, seseorang akan lebih mudah dan lebih sering terserang penyakit.

6. Nyeri dan pegal-pegal.

Stres atau depresi juga bisa memicu otot untuk berkontraksi guna melindungi diri dari cedera. Jika seseorang mengalami stres terus-menerus, maka otot tidak sempat mengalami relaksasi.  Otot yang tegang atau berkontraksi secara berkelanjutan dapat menyebabkan keluhan, seperti nyeri di bahu dan punggung, serta pegal-pegal seluruh tubuh.

7. Refluks asam lambung.

Stres dapat memicu refluks asam lambung. Ini karena stres menyebabkan peningkatan kadar hormon, pernapasan, dan detak jantung. Stres memang tidak menyebabkan luka pada lambung, namun stres dapat memicu luka yang telah dialami pada lambung untuk kembali aktif. 

Kegagalan dalam Pemilu memang terkadang tidak bisa dihindari.  Para caleg yang mengajukan diri harus benar-benar mempersiapkan fisik dan mental mereka guna menghadapi segala kemungkinan yang nanti terjadi.

Bagaimanapun hasilnya nanti, para caleg tetap harus memperhatikan kesehatan diri mereka. Pasalnya kegagalan jadi caleg bukan akhir dari segalanya, masih banyak cara untuk turut serta membangun dan menjaga persatuan dan kesatuan demi Kedaulatan NKRI. 

Menurut kamu apa penyebab para caleg bisa stres usai pemilu?
Keluar uang banyak, utang menumpuk, eskpektasi tinggi,
Malu, gengsi, kelelahan dan kesedihan
Keduanya benar
289 votes

Komentar

Fresh