Benang dan Jarum Operasi Bukan Alat Jahit Biasa | OPINI.id
Benang dan Jarum Operasi Bukan Alat Jahit Biasa

Di dunia kedokteran, untuk menutup luka terbuka pada tubuh, biasanya dokter akan melakukan tindakan menjahit bagian kulit yang terbuka. Ternyata yang bisa menjahit ga cuma tukang jahit pakaian tapi seorang dokter juga harus bisa menjahit luka agar tetap terlihat rapi dan tak meninggalkan bekas mengerikan di kulit tubuh kita.

Tapi yang pasti benang dan jarum yang digunakan dokter merenda luka pada tubuh manusia maupun hewan berbeda dengan benang dan jarum yang dipakai untuk menjahit pakaian. Tak hanya jenis benang atau jarumnya, tapi ukuran maupun bahan pembuatnya juga berbeda. Biar bisa nambah wawasan kita ini penjelasannya: 

hellosehat.com

1. Jenis Benang Operasi

a. Berdasarkan penyerapan pada tubuh, benang jahit operasi dikategorikan dalam dua kelompok besar, yaitu yang bisa diserap. Benang jahit yang bisa diserap artinya tak perlu dilepas setelah dijahit pada luka atau jaringan. Hal ini disebabkan oleh enzim yang berada dalam jaringan tubuh bisa mengurai benang ini secara alami.

Sementara, jenis kedua adalah benang operasi yang tidak bisa diserap, perlu dilepas kembali di kemudian hari setelah luka mengering atau kondisi luka sudah membaik.

b. Berdasarkan struktur bahannya, jenis benang operasi juga terbagi dua. Pertama, yaitu benang monofilamen yang terdiri dari satu utas. Benang ini lebih mudah untuk melewati jaringan karena cenderung tipis.

Jenis kedua adalah benang multifilamen, terdiri dari beberapa utas. Benang ini terdiri atas beberapa benang kecil yang dikepang bersama. Biasanya benang ini cenderung lebih kuat tetapi juga cukup berisiko menyebabkan infeksi karena lebih tebal.

c. Berdasarkan bahan pembuatannya, benang jahit dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alami dan sintetis. Benang yang terbuat dari serat alami misalnya sutera atau gut. Benang jenis ini biasanya jarang digunakan karena cenderung memicu reaksi negatif pada jaringan.

Sementara benang sintetis terbuat dari bahan buatan manusia, seperti nilon. Benang jenis ini biasanya yang lebih banyak digunakan untuk menjahit luka terbuka. 

hellosehat.com

2. Bahan Dasar Benang Operasi

Benang operasi ada yang bisa diserap kulit dan tidak bisa diserap kulit. Hal ini bisa terjadi karena bahan dasar pembuatan benang operasi itu sendiri.

Bahan dasar benang operasi yang bisa diserap, biasanya digunakan untuk menutupi bagian paling dalam dari luka sayatan. Tetapi benang berbahan dasar alami ini juga bisa digunakan untuk merapikan luka dipermukaan kulit. Apa saja bahan dasar benang operasi yang bisa diserap? berikut jenisnya:

a. Gut (usus) 

Benang monofilamen alami ini digunakan untuk menjahit luka atau robekan jaringan lunak bagian dalam. Gut biasanya tidak boleh digunakan untuk prosedur kardiovaskular atau sistem saraf. Sebab, tubuh memiliki reaksi kuat terhadap benang yang satu ini dan jutsru bisa melukai. Oleh sebab itu, benang ini biasanya hanya digunakan untuk operasi ginekologi (operasi yang berhubungan dengan alat reproduksi).

b. Polydioxanone (PDS)

Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung anak.

c. Poliglecaprone (Monocryl)

Benang monofilamen sintetis ini biasanya digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan yang satu ini tak boleh digunakan untuk prosedur kardio vaskular atau sistem saraf. Benang yang satu ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar tak terlihat.

d. Polyglactin (Vicryl)

Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah. Benang ini juga termasuk yang tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.

Nah, kalau bahan dasar benang yang tidak dapat diserap, semua jenis bahan benang operasi yang satu ini dapat digunakan memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf. Selain itu, benang ini biasanya digunakan untuk jaringan yang memerlukan proses penyembuhan yang lama, seperti jahitan di tendon, menutup dinding perut, dan penjahitan kulit.

Sedangkan jenis bahan yang digunakan untuk jenis benang yang tidak dapat diserap ada 4 jenis yaitu:  Nilon, benang monofilamen alami, Polypropylene (Prolene), benang monofilamen sintetis, Sutra, benang multifilamen alami (berbentuk jalinan yang dikepang) dan Poliester (Ethibond), benang multifilamen sintesis (berbentuk jalinan yang dikepang).

3. Jenis Jarum Operasi (Bedah)

Jarum yang digunakan para dokter untuk merapikan luka terbuka maupun luka sayatan tentunya beda juga sama bahan, bentuk, ketajaman maupun ukuran jarum yang digunakan tukang jahit pakaian atau tukang sol sepatu..hehehe, pastilah yaaa..!  

Bahan yang digunakan untuk membuat jarum operasi adalah stainless steel berkualitas tinggi yang dibuat sekecil dan sekuat mungkin.

Tak hanya itu jarum operasi harus terjamin kebersihannya atau harus tetap dalam kondisi steril dan tidak mengalami korosif (karat).  Ketajaman jarum operasi juga dibuat setajam mungkin agar bisa menembus jaringan maupun kulit.

medicalogy.com

Ada dua jenis jarum operasi yaitu berbentuk melengkung dan lurus. Jarum berbentuk lurus dapat digunakan dokter tanpa bantuan alat lain untuk memegangnya. Sedangkan jarum berbentuk melengkung memerlukan alat bantu untuk memegangnya. Jarum berbentuk melengkung memiliki dua tipe yaitu;

a. Jarum Cutting, digunakan untuk menjahit kulit. Jarum ini sangat tajam sehingga memudahkan proses penjahitan pada bagian kulit.

b. Jarum Tapered, mempunyai bagian yang panjang dengan bentuk yang agak halus serta tidak memberikan trauma pada jaringan, pembuluh darah maupun saluran cerna saat harus mengalami tindakan jahit bedah.

Pernahkah kamu mengalami tindakan operasi atau luka jahitan?
Pernah, pakai benang yang bisa diserap kulit
Pernah, pakai benang yang tidak dapat diserap
Belum pernah, jangan sampai ngalamin
56 votes

Komentar

Fresh