Perangi Sampah Dengan Bikin Plastik Bahan Alami | OPINI.id
Perangi Sampah Dengan Bikin Plastik Bahan Alami

Keindahan pantai-pantai di Indonesia kian hari memudar. Botol plastik, kantong plastik, sedotan plastik, dan sampah-sampah plastik lainnya tak jarang kita temukan di sepanjang garis pantai Nusantara. Hal ini jika dibiarkan akan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut ini, salah satunya terjadi di pulau Bali.

Kevin Kumala adalah salah satu orang yang menyadari dan mau berusaha mencegah hal yang tak diinginkan itu terjadi. Pria yang mempunyai hobi diving dan surfing tersebut awalnya merasa frustrasi. Ia melihat langsung bagaimana kondisi dalam laut Indonesia sudah berubah, dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Foto: Avanieco

“Saya melihat bagaimana landscape laut-laut di Indonesia telah berubah di depan mata saya sendiri. Disitulah timbul suatu keresahan, suatu rasa frustrasi, dan disitulah saya berkomitmen untuk berbakti, untuk bangsa, untuk menciptakan solusi-solusi, terobosan-terobosan baru untuk menciptakan Indonesia yang lebih hijau lagi,” kata Kevin kepada Opini.id.

Rasa frustrasi yang dialami Kevin lama-kelamaan berubah menjadi kepedulian. Pada tahun 2011, ia bersama beberapa rekannya mendalami riset tentang bioplastic kurang lebih tiga tahun. Selama itu Kevin dan rekan-rekannya memahami bahwa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah replace. Artinya menggantikan barang plastik dengan material-material yang jauh lebih ramah lingkungan. Dari situ pula lahirlah Avani Eco, sebagai perusahaan eco-technology yang berbasis di Bali.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Avani® (@avanieco) on

Replace menjadi sebuah terobosan baru, dimana konsumen tidak usah lagi mengganti gaya hidup mereka. Mereka dapat langsung mengadopsi produknya tanpa harus beradaptasi, dan juga merasakan suatu perubahan untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat dan lebih hijau lagi,” lanjut Kevin.

Avani Eco telah menghasilkan beberapa produk untuk menggantikan penggunaan plastik. Material-material yang dipakai berasal dari alam, hingga dapat diurai dan  tidak akan merusak lingkungan, seperti pati singkong, pati jagung, ampas tebu, kertas, dan lain sebagainya.

Foto: Instagram/plasticpollutes/kev.kumala

“Bayangkan warga Indonesia sendiri mengonsumsi kurang lebih 93 juta sedotan plastik setiap harinya. Jika ini dijejerkan lebih 17.000 kilometer sampah plastik telah kita buang setiap harinya hanya lewat sedotan. Jadi satu garis khatulistiwa dunia akan dipenuhi oleh sampah plastik lewat sedotan plastik. Maka kita ingin mengajak semuanya mengurangi, mendaur ulang, dan juga bisa menggantikan plastik dengan material ramah lingkungan,” tambahnya.

Hingga kini, Avani Eco telah berhasil mengekspor produk-produknya ke kurang lebih 35 negara di berbagai benua mulai dari Australia, Amerika, Eropa, hingga Afrika. Kevin, selaku Co-Founder, berpendapat bahwa sampah plastik bukanlah masalah yang sepele. Lebih jauh lagi, ia berharap Avani Eco mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena ini adalah sebuah kreasi anak bangsa yang perlu disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.

Sudah mulai menggantikan sedotan plastik dengan yang berbahan alami?
Sudah dong
Belum nih
50 votes

Komentar

Fresh