Ruang Kolaboraksi: “Perempuan Melawan __________” | OPINI.id
Ruang Kolaboraksi: “Perempuan Melawan __________”

Ketimpangan upah, kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu, pernikahan dini, pelecehan seksual, stigma, aturan diskriminatif, bias gender dalam berbagai bidang masih dihadapi perempuan. Meski kesetaraan gender tergolong baik, Indonesia masih mempunyai masalah besar yaitu tingginya angka perkawinan anak perempuan yang dilegitimasi oleh budaya dan kebijakan berbasis norma-norma konservatif dan patriarki.

Di tengah masalah itu, ada banyak perempuan yang dalam bidang kerjanya berjuang keras melakukan sejumlah perbaikan. Mereka adalah perempuan-perempuan yang bekerja dengan sepenuh hati “melawan” masalah di masyarakat termasuk perempuan. Ada pula perempuan-perempuan yang berprestasi dalam bidang mereka yang selama ini dianggap bukan dunia perempuan.

Karena itu, bersamaan dengan momentum peringatan Hari Kartini, Opini.id menghadirkan mereka dalam sebuah Ruang Kolaboraksi dalam rangkaian acara Opini90 bertema:

“Perempuan Melawan __________”.

Ruang Kolaboraksi akan diadakan pada:
Rabu 24 April 2019
Pukul 13.00 - 17.00 WIB

Tempat:
Galeri Salihara
Jl Salihara 16
Ps. Minggu, DKI Jakarta 12520

Informasi pendaftaran: klik di sini.

Sederet perempuan berprestasi hadir sebagai pembicara:

Sophia Benedicta Hage
Perempuan yang melawan rendahnya kesejahteraan dan kesehatan ibu. Mendirikan Gerakan Selamatkan Ibu karena keprihatinan pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

Katyana Wardana
Perempuan yang melawan bullying. Pendiri Sudah Dong, sebuah gerakan melawan bullying. Sejak 2014, SUDAH DONG mengedukasi publik tentang bullying melalui media sosial.

Farwiza Farhan
Pendiri Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh). Aktivis lingkungan yang berjuang mempertahankan hutan khususnya di kawasan ekosistem Leuseur di Aceh.

Eva Chairunisa
Perempuan yang melawan ketidaksetaraan gender pada dunia kerja. Corporate Communication PT KAI DAOP 1 Jakarta. Perempuan yang memegang jabatan tinggi di perusahaan yang didominasi para lelaki.

Wa Ode
Perempuan yang melawan stigma ibu tunggal. Pengemudi ojek online, seorang ibu tunggal yang berjuang untuk menghidupi kedua anaknya.

Dipandu oleh Sakdiyah Ma’ruf sebagai moderator dan performer dari Annisa Putri Haryanti.

Ruang Kolaboraksi akan menghasilkan sebuah pernyataan yang akan disebarluaskan kepada masyarakat luas dalam bentuk video dan siaran pers. Pernyataan ini akan menjadi komitmen bersama para peserta untuk konsisten menjadikan ranah profesinya sebagai ruang bagi perbaikan nasib perempuan di Indonesia.

Ruang Kolaboraksi adalah bagian dari rangkaian acara setelah pemberian penghargaan kepada kandidat Opini90. Ruang Kolaboraksi berformat diskusi 360 derajat yang menghadirkan sejumlah pihak yang saling terkait dalam menyelesaikan masalah. Ruang Kolaboraksi menghasilkan pernyataan komitmen bersama untuk membantu menyelesaikan masalah di Indonesia.

Klik di sini untuk jadi bagian dari Ruang Kolaboraksi.

Komentar (2)

Fresh