6 Font Klasik yang Tetap Trend Hingga Kini | OPINI.id
6 Font Klasik yang Tetap Trend Hingga Kini

Jika kamu membuat tulisan di komputer atau laptop pasti akan mengenal jenis Font atau rupa huruf. Hingga kini telah ada jutaan jenis font di dunia digital. Font atau Rupa Huruf adalah suatu set karakter yang terdiri dari huruf, angka, simbol maupun tanda baca. Font dibedakan dari ukuran, ketebalan dan gayanya. 

Dalam ilmu desain, font ini erat kaitannnya dengan ilmu tipografi. Tipografi adalah seni dalam memilah, menentukan, dan mengatur huruf pada sebuah tampilan media.  Sedangkan, dalam desain komunikasi visual, tipografi dikatakan sebagai ‘visual language’, yang berarti bahasa yang dapat dilihat.

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. 

Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar ke seluruh Eropa.

Puncak perkembangan tipografi, terjadi sekitar abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

Nah, menariknya dari sekian banyak Font yang ada, ternyata ada 6 Font Klasik yang masih trend dan masih sering digunakan hingga saat ini. Dikutip dari okezone.com dan beberapa sumber lainnya, ini 6 font klasik yang pasti sering kamu jumpai:

1. Serif. 

Font ini merupakan salah satu jenis font tertua yang sudah ada sejak tahun 1.200 M. Sering disebut juga sebagai huruf 'bersepatu' karena memiliki pemanjangan pada bagian serif-nya. Pengembangan dari font Serif yang kita kenal dan sering digunakan hingga saat ini adalah: Times New Roman (dirancang oleh Stanley Morison dan Victor Lardent, 1931), Georgia (dirancang oleh Matthew Carter, 1993), Book Antiqua (diciptakan oleh Hermann Zapf), Palatino (diciptakan oleh Hermann Zapf, 1949) dan Garamond (diciptakan oleh Claude Garamond). 

Max Miedinger dan Eduard Hoffmann perancang Font Helvetica/grapheine.com

2. Akzidenz Grotesk.

Tipografi ini pertama kali dirilis pada tahun 1898. Akzidenz Grotesk adalah jenis sans-serif yang awalnya dirilis oleh Berthold Type Foundry yang berbasis di Berlin. Namun dalam perkembangannya font Helvetica lebih terkenal dan ternyata mengikuti jejak desain font Akzidenz Grotesk.

Helvetica adalah rupa huruf tanpa kait paling terkenal yang dikembangkan tahun 1957 oleh perancang rupa huruf asal Swiss, Max Miedinger bersama Eduard Hoffmann. Helvetica telah menjadi tipografi yang mendefinisikan seluruh generasi desainer grafis yang menganut prinsip desain Swiss pertengahan abad ke-20 atau dikenal sebagai Gaya Tipografi Internasional. 

Robert Besley perancang Font Clarendon/alchetron.com

3. Clarendon.

Mulai populer sekitar tahun 1845. Desain aslinya diukir oleh punch-cutter bernama Benjamin Fox dan diciptakan oleh Robert Besley. Popularitas Clarendon sangat pesat hingga tampilan banyak ditiru. Meskipun banyak jenis font Clarendon, tipografi ini memiliki keunikannya sendiri. Hingga saat ini font tersebut masih populer di percetakan letterpress dan woodblock.

Claude Garamond/wikipedia

4. Garamond.

Tipografi ini dirancang oleh orang Paris bernama Claude Garamond pada abad ke-16. Sejarahnya dapat ditelusuri kembali lebih jauh ke 1495 dimana desain Garamond ini mengikuti model serif Old Style yang awalnya diciptakan oleh Venetian printer Aldus Manutius, serta dirancang oleh punch-cutter Francesco Griffo. 

William Caslon/historygraphicdesign.com

5. Caslon.

Font ini di desain oleh William Caslon (1693 - 1766), juga dikenal sebagai William Caslon I, adalah seorang ahli senjata dan perancang tipografi bahasa Inggris. Meskipun datang dalam berbagai jenis dan sentuhan modern, tipografi ini tetap mempertahankan tampilan, gaya lama organik dan menunjukan bahwa font ini didesain pada abad ke-18. Caslon pernah terpuruk dari popularitas selama awal abad ke-19, tetapi pulih kembali dan sekarang font ini banyak digunakan dalam penulisan buku, artikel jurnal, ensiklopedi dan banyak lagi tulisan lainnya.

Paul Renner perancang font Futura/hypocritedesign.com

6. Futura.

Tipografi ini dirancang oleh Paul Renner dan dirilis pada tahun 1927. Futura kini telah memasuki usia tua, 92 tahun, tetapi popularitas tipografi ini tidak menunjukan tanda memudar. Bahkan jenis font tersebut telah digunakan oleh berbagai merek dagang, termasuk Alfa Romeo, Cisco, Domino's Pizza, Gillette dan banyak lagi merek dagang lainnya. 

Apakah kamu tahu sejarah Font yang kamu gunakan sehari-hari?
Tahu dong
Baru tahu sekarang
Ga tahu
134 votes

Komentar (1)

Fresh