Hindari Kemacetan, Taksi Terbang Pilihan di Masa Depan | OPINI.id
Hindari Kemacetan, Taksi Terbang Pilihan di Masa Depan

Kemacetan yang terjadi di jalan raya kota-kota besar sepertinya bukan hal yang aneh. Jumlah manusia bertambah, begitu juga kendaraan yang digunakan. Sayangnya, kini banyak ruas jalan yang tidak dapat diperlebar lagi, lantaran urusannya tak semudah seperti mengajukan kredit kendaraan bermotor.

Namun para ahli dan peneliti di bidang pesawat tak berawak (drone) tak mau tinggal diam, guna menghindari kemacetan di jalan raya sebuah perusahaan pembuat pesawat tak berawak asal China, Ehang menciptakan taksi terbang Ehang 184 dan Ehang 216.

Taksi terbang pertama yang diciptakan para insinyur di perusahaan Ehang adalah quadcopter drone yang diberi nama Ehang 184, sebuah drone Autonomous Aerial Vehicle (AAV). Perusahaan tersebut telah melakukan lebih dari 1.000 penerbangan uji coba dengan penumpang manusia, termasuk pendakian vertikal 300 meter. 

Ehang.com

Ehang 184 juga melewati sebuah tes berat dengan membawa beban lebih dari 230 kilogram, sebuah uji coba penerbangan yang menempuh jarak 15 kilometer, dan sebuah Uji jelajah berkecepatan tinggi mencapai 130 km/jam. Tak hanya itu, EHang 184 juga telah diuji dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk panas tinggi, kabut tebal, tes malam, dan saat topan Kategori 7 dengan angin kencang.

Dubai jadi salah satu negara yang telah meluncurkan taksi terbang Ehang 184 pada Februari 2018 lalu, menggunakan drone berpenumpang tunggal dari Perusahaan Ehang, Cina ini.

Ehang 184 di atas kota Dubai/Ehang.com

Pendiri dan CEO Ehang Huazhi Hu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari ikons.id, menyebutkan bahwa pihaknya ingin meletakkan pesawat berbentuk telur dan multirotor ini untuk digunakan sebagai taksi udara dan membawa penumpang melintasi lingkungan perkotaan yang padat.

Uji coba Ehang 216 di Wina Austria (4/4/2019)/cdrinfo.com

Sementara itu, taksi terbang Ehang 216, drone Autonomous Aerial Vehicle (AAV) buatan EHang juga, baru saja melakukan uji coba terbang di Wina, Austria, Kamis (4/4/2019) kemarin. Uji coba terbang ini disaksikan pula oleh Menteri Teknologi Austria, Norbert Hofer.

Sekilas, taksi terbang ini seperti drone raksasa. Punya dua pintu, dibekali 8 baling-baling dan mampu mengangkut dua orang dewasa dengan muatan hingga 280 kilogram. Drone ini merupakan penerus dari Ehang 184 yang kala itu berkapasitas hanya satu penumpang saja.

Tampilan Ehang 216/.cdrinfo.com

Ehang 216 nantinya akan dipasarkan di daerah perkotaan yang sibuk, dimana penggunanya ingin menghindari kemacetan di jalan raya. Meski belum mendapatkan sertifikasi, pihak perusahaan Ehang mengklaim sudah ada ribuan pembeli yang berminat dan melakukan pemesanan Ehang 216 ini.

Sepertinya asyik juga ya berangkat kerja atau ke sekolah menggunakan taksi terbang layaknya kendaraan terbang di film-film fiksi ilmiah seperti pada film Star Wars. Tapi tampaknya kita harus menanti taksi terbang ini sebagai transportasi publik dulu dalam keseharian, yang tinggal menunggu waktu saja.

Kalau ada di Indonesia, kamu berminat menggunakan taksi terbang ini?
Boleh juga dicoba
Mikir-mikir, pasti ongkosnya mahal
Ga ah, pakai jalan darat aja
22 votes


Komentar

Fresh