Demi Motivasi Juniornya, Aries Susanti Hibahkan Medali | OPINI.id
Demi Motivasi Juniornya, Aries Susanti Hibahkan Medali

Nama Aries Susanti Rahayu langsung dikenal publik secara luas lewat prestasinya. Juara dunia panjat tebing level dunia, juga raih dua emas di Asian Games 2018. Bahkan sebutannya sekarang adalah Spiderwoman Indonesia.

Aries bahkan telah menyumbangkan sejumlah medali, serta jersey dan sepatu yang menemaninya juara, ke Museum Olahraga Nasional. "Saya hibahkan ke museum agar generasi muda bisa lebih berprestasi dari pendahulunya di kancah Asia hingga dunia. Semoga bisa menginspirasi," katanya dikutip dari Antara.

Sejumlah barang yang dihibahkan antara lain, satu medali emas Asian Games 2018 dan medali emas Kejuaraan Dunia Chongqing 2018. Ada pula medali perak Kejuaraan Dunia Xiamen 2017 dan medali perunggu kejuaraan Dunia Tai'an 2018. Masih ditambah harnest, dan sepasang sepatu. Sepatu tersebut sudah menemaninya berlatih selama 1,5 tahun. Makanya, kondisi sepatu sudah ada lubang kecil di sejumlah sisi.

Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

"Medali kejuaraan pertama di Congqing. Itu pertama kalinya menjadi juara dunia di World Cup Series 2018. Setelah itu Asian Games dapat dua medali emas, speed perorangan dan speed beregu," ucap Aries.

Tatap Prestasi di Olimpiade Paris 2024

Aries bersama rekan atlet panjang tebing kini mempersiapkan diri dalam ajang Olimpiade tahun 2024 di Paris. Targetnya tentu mendapatkan prestasi maksimal. Optimis tentu, karena panjang tebing punya potensi besar meraih medali.

"Ini menjadi saat tepat menunjukkan bahwa perkembangan olahraga panjat tebing Indonesia semakin mendekati puncaknya," kata Ketua II PP Federasi Panjat Tebing Indonesi (FPTI) Pristiswan Buntoro. Panjat tebing jadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Olimpiade Paris tahun 2024, selain break dance, skateboard, dan selancar.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Aries Susanti Rahayu (@aries_susanti) on

Federasi juga mempersiapkan diri dengan serius, khususnya pada nomor "boulder" dan "lead" karena capainnya dinilai masih tertinggal dari negara-negara lain.

"Sekarang adalah kesempatan di prakualifikasi. Kami akan menggunakannya benar-benar untuk meningkatkan kemampuan atlet dan pembuat jalur di lead dan boulder," ujar Pristiswan. Sedangkan pada nomor "speed" terus dimatangkan dan menjadi harapan terbesar raihan medali.

Pada cabang panjat tebing, Paris 2024 mengusulkan ada 12 medali yang akan diperebutkan yaitu enam medali untuk "speed world record" putra-putri, serta enam medali untuk nomor "combine" yang mempertandingkan lead dan boulder putra-putri.

Yakin cabang panjang tebing bisa raih medali di Olimpiade Tokyo?
Yakin dong
Gak yakin karena saingannya
21 votes

Komentar

Fresh