Perempuan Melawan Pelecehan Seksual di Tempat dan Kendaraan Umum | OPINI.id
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual di Tempat dan Kendaraan Umum

Perempuan kini seolah tak dapat dipisahkan dari pelecehan seksual. Jangan heran, tiap hari ada saja pelecehan seksual yang saya alami baik saat berangkat atau pulang kerja. Padahal pakaian saya normal, bentuk badan saya juga gak bagus-bagus amat. Tapi saya tidak takut, karena perempuan melawan tindak pelecehan seksual di ruang terbuka.

Pelecehan seksual bukan semata tentang seks. Komnas Perempuan menyebut, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang. Termasuk tindakan menggoda dengan siulan, main mata atau tindakan lain yang mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.

Lekatnya perempuan dengan pelecehan seksual, menuntut perempuan melawan segala tindak pelecehan seksual. Perempuan harus lebih peka untuk menjaga dan melindungi dirinya sendiri juga melindungi perempuan lain yang mendapat ancaman pelecehan seksual.

Seperti dalam buklet "Panduan Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Umum dan Kendaraan Umum" yang ditulis Astrid Malahayati Fathma dan R. Rika Rosvianti, untuk melindungi diri. Pada prinsipnya ada dua hal yaitu, perempuan melawan dengan menyerang bagian mata, kelamin atau jakun pelaku. Lalu prinsip kedua, perempuan melawan dengan cara melarikan diri dan meninggalkan TKP lalu cari tempat yang lebih ramai dan terang.

Bagaimana cara perempuan melawan?

Serang bagian mata

Kamu bisa melakukan penyerangan pada bagian mata pelaku, seketika pelaku akan kesakitan. Di saat itu lah kesempatan untuk segera pergi dan lari ke tempat yang lebih ramai.

Serang bagian kemaluan

Perlawanan ini perlu sedikit ruang dan keberanian. Beberapa cara bisa dilakukan misalnya dengan cara menendang dengan lutut kaki, telapak kaki atau memukul kemaluan pelaku dengan alat bantu.

Berteriak

Jika merasa tidak memiliki kekuatan lebih, segera berteriak agar mendapat perhatian dari orang sekitar. Minta bantuan agar bisa menjauh dari pelaku.

Menampar

Perlawanan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat kita terhadap pelaku, membuat orang lain melihat dan pelaku akan merasa malu dan pergi. Dengan keberanian lebih, kamu juga bisa menggigit dan mencakar tubuh pelaku.

Menginjak kaki pelaku atau menyikut

Jika kita mengalami pelecehan seksual di tempat yang sangat ramai dan penuh, injak kaki pelaku. Dengan perlawanan ini pelaku akan mengetahui kalau kita sadar dan melakukan perlawanan.

Mendorong

Mendorong pelaku agar orang sekitar juga tahu apa yang sedang terjadi dan kemungkinan memberikan bantuan.

Perempuan melawan dengan apa?

Coba cek benda-benda yang kamu pakai atau yang kamu bawa di tas kamu. Gunakan untuk melindungi diri jika sesuatu yang tidak diinginkan menimpa kamu atau perempuan di sekitar kamu.

Payung: membawa payung tidak hanya berfungsi untuk melindung diri dari hujan, dalam keadaan darurat pelecehan seksual, kamu bisa menggunakan payung untuk memukul pelaku pelecehan dengan mengarahkan pada muka atau kemaluannya.

Parfum/ cologne: bisa digunakan sebagai pengganti cairan merica untuk disemprotkan ke arah mata pelaku kemudian menyelamatkan diri.

Sepatu hak: sepatu hak tinggi bisa menjadi senjata untuk menginjak pelaku atau melepas dan memukul ke bagian muka atau kemaluannya.

Buku/ map/ binder: bisa digunakan untuk menampar wajah pelaku.

Minyak gosok: bisa digunakan sebagai pengganti cairan merica untuk disemprotkan ke mata pelaku. Hati-hati saat menyemprotkan, jangan sampai kita yang justru menjadi korban karena kemasukan cairan ke mata.

Rokok: bisa digunakan untuk menyundut pelaku, baik ke bagian wajah atau kemaluan.

Benda tajam seperti gunting/ bros/ peniti/ jarum pentul: berfungsi sama, yakni untuk melukai bagian tubuh pelaku sebagai pengecoh situasi, baik dengan mengarah ke bagian kemaluannya atau bagian wajah.

Kacamata: lepaskan kacamata dan arahkan gagang kacamata untuk menyerang mata pelaku.

Aksesoris besar: gunakan cincin bermata besar atau liontin sebagai senjata untuk menyerang balik pelaku pelecehan.

Peluit: sedia peluit jika kamu pengguna angkutan umum. Jika terjadi sesuatu, mungkin kamu sulit berteriak karena mengalami moment of shock. Di situ lah kamu bisa menggunakan peluit dengan tiupan panjang sampai mendapat perhatian orang di sekitar.

Perempuan melawan segala bentuk pelecehan seksual. Bagi pengguna kendaraan umum jika mengalami pelecehan seksual, jangan diam. Apalagi jika terjadi secara terus menerus di tempat yang sama dan dengan pelaku yang sama. Beri tahu teman atau pihak keamanan yang berada di sekitar tempat kejadian.

Setidaknya, ini adalah usaha kita, para perempuan melawan rantai tindak pelecehan seksual.

Komentar

Fresh