2 Kali Terjadi Guguran Awan Panas, Masyarakat Diminta Tetap Waspada | OPINI.id
2 Kali Terjadi Guguran Awan Panas, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Gunung Merapi pada Jumat (29/3/2019) dini hari kembali mengeluarkan guguran awan panas. Terhitung sejak Kamis (28/3/2019) sore kemarin hingga Jumat pagi ini gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu terpantau mengeluarkan dua kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun twitternya menyebutkan luncuran awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 04.14 WIB dengan jarak luncur 650 meter yang mengarah ke Kali Gendol selama 65 detik. Sedangkan awan panas guguran kedua terpantau pada pukul 04.28 WIB selama 99,4 detik dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Sejak 21 Mei 2018 lalu hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Radius 3 km dari puncak gunung Merapi juga telah dikosongkan dari aktivitas penduduk dan masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Selain itu masyarakat disekitar wilayah gunung Merapi diminta agar tidak terpancing isu isu mengenai erupsi gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat diminta tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G.Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz atau melalui Website www.merapi.bgl.esdm.go.id media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no 15 Yogyakarta telepon (0274) 514180 - 5141926.

Sebagai informasi, awan panas adalah aliran suspensi dari batu, kerikil, pasir, dan abu vulkanik yang keluar bersamaan dengan gas vulkanis. Aliran ini disebut sebagai awan panas, dikarenakan pasir, abu dan kerikil yang saling bergerak dengan gas vulkanik, membentuk gulungan yang terlihat seperti awan yang jatuh atau berguguran.

Awan panas mengandung gas vulkanik, oleh karena itu awan panas memiliki suhu yang sangat panas. Temperatur hawa panasnya dapat mencapai hingga 1000 derajat celcius atau lebih.

Pergerakan awan panas ditentukan oleh aliran- aliran sungai yang ada di sekitar gunung api. selain itu daya luncur awan panas tergantung dari besaran daya dorong gas kepada kepundan. Jarak jangkauan awan panas tergantung pada tekanan gas, sehingga mempengaruhi kecepatan, juga oleh hembusan angin dan kemiringan lereng gunung.

Jika angin semakin kencang, maka awan panas dapat bergerak hingga beberapa kilometer. Awan panas dapat keluar dari sisi mana saja dari puncak gunung. Hal ini karena kubah gunung biasanya lebih dari satu. Sehingga para ahli masih sulit memprediksi dimana awan panas akan keluar dan meluncur.

Komentar

Fresh