Ini Bukti Dukungan Pemerintah Buat Perkembangan Esports Indonesia | OPINI.id
Ini Bukti Dukungan Pemerintah Buat Perkembangan Esports Indonesia

Hadirnya esports di Asian Games yang diadakan di Indonesia pada 2018 lalu menjadi kebanggaan tersendiri. Tahun 2018 menjadi tahun terbaik bagi dunia esports di Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah juga turut memberikan dukungan untuk perkembangan esports. Apa saja dukungan yang diberikan pemerintah? Ini beberapa dukungannya:

Turnamen Piala Presiden Esport 2019

Salah satu langkah awal pemerintah untuk mendukung esports di Indonesia adalah dengan diadakannya Turnamen Piala Presiden Esports 2019 yang sudah digelar sejak 29 Januari 2019 dan akan menuju puncak pada 30-31 Maret 2019 di Istora Senayan. Ini merupakan langkah pertama sebagai bukti bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada IESPL, selaku penyelenggara turnamen Piala Presiden Esports 2019.

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kantor Staf Presiden (KSP) pada hari Selasa, (26/03/19) menyatakan komitmennya untuk menciptakan ekosistem esports Indonesia yang kohesif dan dapat diterima masyarakat luas. Dalam sambutan pembukaan acara Boothcamp Piala Presiden Esports 2019, Kepala BEKRAF, Triawan Munaf mengungkapkan antusiasmenya atas sambutan generasi muda terhadap esports.

“Turnamen Piala Presiden Esports 2019 merupakan sebuah perhelatan besar dan diharapkan dapat menjadi penanda bahwa pemerintah betul mendukung dan memfasilitasi ajang profesional esports dengan cara-cara yang juga professional," sambut Triawan di Gedung Kriya Bhakti Setneg.

Tidak hanya itu, Triawan Munaf juga kembali mengingatkan agar para atlet esports, tim dan penyelenggara agar selalu memberikan contoh yang baik bagi para peminat gim secara umum karena para pelaku esports ini dilihat sebagai idola dalam industri ini.

“Agar para atlet juga bersosialisasi, berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat sekitar juga berempati, karena dengan sikap-sikap tersebut dapat menghapus stigma negatif tentang bermain gim, yang selama ini dianggap membuang waktu hingga melupakan tugas serta kewajiban studi formal," lanjut Triawan.

Tiga besar finalis bisa langsung masuk pelatihan nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga mengungkapkan kebanggaannya bisa bertemu langsung dengan para finalis turnamen Piala Presiden Esports 2019. Ia berharap tidak perlu lagi ada seleksi langsung menuju SEA Games.

“Kami berharap nantinya tidak perlu lagi ada seleksi langsung menuju SEA Games, setidaknya 3 besar finalis nanti langsung masuk ke dalam pelatihan nasional untuk persiapan SEA Games 2019 di Filipina. Kami harapkan para finalis sudah menyiapkan diri sebaik mungkin untuk bertanding di tanggal 30-31 Maret 2019 di Istora Senayan untuk memperebutkan titel juara Piala Presiden Esports pertama di Indonesia, sebuah momentum bersejarah bagi industri esports di Indonesia, sebuah momentum bersejarah bagi industri esports di Indonesia.”

Imam juga menambahkan bahwa pemerintah mendorong agar esports dapat menghasilkan, tidak hanya prestasi tetapi juga dari sisi ekonomi, dan menjadi stimulan bagi para pelaku industri kreatif.

“Esports sekarang ini sudah menjadi masa depan dan menjadi sumber pendapatan baru dan sudah membuat anak-anak kita menjadi anak-anak yang luar biasa dan membentuk karakter mereka untuk terus kreatif, menjaga diri dan lebih disiplin,” sambungnya.

Membangun ekosistem yang baik

Game memang kerap dianggap sebagai hal yang buruk dan kurang membawa dampak positif. Yanuar Nugroho Deputi II Kantor Staf Presiden mengungkapkan adanya keinginan kuat dari pemerintah Indonesia untuk membangun ekosistem yang baik bagi industri esports di Indonesia.

“Banyak yang beranggapan bahwa bermain gim membuat orang untuk meninggalkan ibadah dan tidak sekolah, hal itu yang harus kita ubah. Dengan menciptakan ekosistem esports yang sehat, tentu akan menjadi bagian dalam membangun karakter dan mental bangsa nantinya," kata Yanuar.

Triawan menambahkan bahwa menciptakan ekosistem esports yang sehat harus dilakukan dari hulu ke hilir, yaitu developer game, gamer, dan komunitasnya. Pemerintah juga bercita-cita untuk memiliki satu judul game yang nantinya digunakan untuk pertandingan esports.

Sebanyak 3.572 tim esports telah mendaftar Turnamen Piala Presiden Esports 2019 dimana 2.589 tim esports mendaftar di 8 kota, yaitu Palembang, Bali, Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi untuk mengikuti pertandingan babak kualifikasi regional dan menjadi perwakilan dari masing-masing regional, sedangkan untuk pertandingan babak kualifikasi nasional diikuti oleh 983 tim esports. Total 16 tim terbaik dari kualifikasi regional dan tertutup sudah siap bertanding tanggal 30-31 Maret 2019 di Istora Senayan.

Kamu bisa mendukung atlet kesayangan kamu berlaga di Final Piala Presiden Esports 2019 dengan membeli tiket di blibli.com dan tiket.com. Tiket hari pertama dibandrol dengan harga Rp 20.000 dan tiket hari kedua dijual dengan harga Rp 30.000. Penjualan tiket online ini akan dibuka hingga H-3 Final Piala Presiden Esports 2019, yaitu 27 Maret 2019. Setelah itu, penonton masih bisa melakukan pembelian tiket langsung di tempat pembelian tiket di Istora Senayan.

Kamu termasuk yang suka main game gak?
Suka
Enggak
Biasa aja
16 votes

Komentar

Fresh