Penyebab Terjadinya Banjir Bandang di Sentani Jayapura | OPINI.id
Penyebab Terjadinya Banjir Bandang di Sentani Jayapura

Gundulnya pegunungan Cycloop di Jayapura, Papua, diduga menjadi penyebab banjir bandang di Sentani pada Sabtu (16/3/2019). Para penambang, pembalak liar, dan warga yang bermukim di gunung dijadikan penyebab kerusakan hutan di pegunungan ini. Banjir diduga disebabkan oleh adanya longsor di bagian hulu yang materialnya menyumbat hingga membuat air meluap.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memaparkan penyebab banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.  Ada dua penyebab terjadinya banjir bandang di Sentani ini, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam adalah curah hujan yang ekstrim dan faktor kedua yang paling dominan adalah ulah tangan manusia yang merusak ekosistem yang ada. 

 

Danau Sentani yang dikelilingi pegunungan Cycloop/Antara News

Akibat faktor alam, banjir bandang yang terjadi di Sentani diakibatkan karena selama tujuh jam telah terjadi turun hujan deras sebanyak 248,8 mm, padahal jumlah ini biasanya rata-rata untuk turun hujan dalam kurun waktu sebulan.

Sedangkan faktor manusia yang menyebabkan banjir bandang ini, karena adanya peningkatan kerusakan hutan atau cagar alam di pegunungan Cycloop. Di bagian bawah gunung itu sudah mulai gundul, karena adanya pembabatan untuk pembukaan ladang, kebun, penebangan pohon untuk kayu bakar, hingga pembangunan perumahan.

Padahal, sejak September 2018 pun BNPB sudah memperingatkan Pemda Jayapura agar hati-hati dan tetap waspada terkait ancaman banjir bandang karena kerusakan hutan yang ada. Pasalnya, kerusakan di Pegunungan Cycloop sudah berlangsung sejak 2003 dengan adanya perambahan cagar alam oleh 43.030 jiwa atau 753 keluarga.

Selain itu, terdapat juga penggunaan-penggunaan lahan permukiman dan pertanian lahan kering campur pada Daerah Tangkapan Air (DTA) banjir seluas 2.415 hektare. Pegunungan yang seharusnya jadi resapan air itu malah dirusak untuk dibuat permukiman hingga pertanian, kerusakan di pegunungan yang mengandung batuan cylop ini bahkan masih berlangsung hingga kini.   

Cyclops, Batu Akik Versi Papua/Tribunnews.com

 

Agar tidak terjadi lagi bencana banjir dan longsor yang menimbulkan korban jiwa, Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan upaya penghijauan dan penanaman kembali area hutan di Pegunungan Cycloop, Jayapura, Papua, yang rusak parah akibat penebangan liar. 

Untuk diketahui, banjir bandang atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan flash flood merupakan aliran air dalam jumlah besar yang mengalir dari hulu sungai (sebagai pengirim) ke hilir (sebagai penerima) dengan kecepatan yang tinggi.

Banjir bandang dibedakan dari 2 jenis banjir lainnya (banjir pantai dan banjir sungai) karena mempunyai arus aliran yang sangat cepat, mempunyai daya rusak yang besar, genangan airnya cepat hilang dan membawa material lumpur yang banyak (viskositas (kekentalan fluida/cairan) tinggi) serta sering disertai dengan material batu dan pepohonan.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya banjir bandang adalah: 1. Terbentuknya bendung (DAM) pada aliran sungai bagian hulu, baik bendung yang dibentuk oleh alam, maupun oleh manusia; ; 2. Hujan deras dengan intensitas tinggi atau hujan dengan durasi waktu yang cukup lama (biasanya lebih dari 2 hari berturut-turut) dibagian hulu dan 3. Geometri DAS yang menunjang (lembah sempit, gradient sungai terjal) antara bagian hulu dan hilir.

 

Komentar

Fresh