Diterjang Banjir, Makam Raja Mataram Imogiri Longsor | OPINI.id
Diterjang Banjir, Makam Raja Mataram Imogiri Longsor

Cuaca buruk dampak siklon tropis Savannah (Tropical Cyclone Savannah) di Samudera Hindia mengakibatkan sejumlah lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak longsor dan banjir pada Minggu (17/3/2019) malam.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) DIY, Senin (18/3/2019) dini hari, pukul 05.32 WIB memaparkan daerah-daerah terdampak banjir dan longsor adalah adalah di Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman, kota Yogyakarta dan Bantul. 

Tak hanya itu, hujan deras yang turun sejak Sabtu (16/3/2019) mengakibatkan longsor di sisi timur kompleks Makam Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta pada Minggu (17/3/2019) malam.  Akibatnya tanah longsor ini menimbun rumah warga dan diduga menyebabkan 2 orang hilang. Lokasi, longsoran terjadi di sisi timur makam adalah bangunan baru, dimana bangunan tersebut rencananya akan digunakan untuk perluasan makam. 

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

Terkait bangunan di lereng yang menyebabkan longsor di komplek makam Raja Mataram tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin (18/3/2019), menjelaskan bahwa meski berada di area lereng, pembangunan makam tersebut bisa dilakukan dengan berbagai catatan. Bisa dilakukan rekayasa dan dikendalikan agar tak terjadi longsor. Ada rekayasa untuk perkuatan lereng dengan desain yang tepat. Kemudian, untuk saluran drainase, yang bisa menguras air yang meresap masuk pada lereng agar tidak mendorong terjadinya longsor. .  

Untuk diketahui, makam Imogiri merupakan kompleks makam Raja-Raja Mataram Islam beserta keturunannya, yakni Raja-raja yang bertahta di Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kompleks makam ini dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Konon, Sultan Agung sudah mempersiapkan makam tersebut sebelum dirinya wafat.

wisatajogja.com

Sultan Agung wafat pada tahun 1645. Ia pun dimakamkan di tempat tersebut yang kemudian menjadi induk makam, dan disebut Kasultanagungan. Setelah itu, makam tersebut kemudian menjadi pemakaman seluruh keluarga Sang Sultan dan Raja-Raja Mataram setelahnya. Makam Imogiri ini menjadi kompleks makam yang luasnya mencapai 10 hektar dan makam yang berada paling puncak merupakan makam dari Sultan Agung.

Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755, Kompleks Makam ini pun dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian sebelah barat digunakan sebagai makam Raja-raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sedangkan bagian sebelah timur digunakan untuk makam Raja-raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pernahkah kamu berkunjung ke makam Raja Mataram di Imogiri ini?
Sudah pernah
Ingin sih kesana
Belum, males banget jalannya cape
60 votes


Komentar (1)

Fresh