Fakta Kehebohan Isu Kiamat di Malang | OPINI.id
Fakta Kehebohan Isu Kiamat di Malang

Berita heboh ini jadi viral. Soalnya isunya gak lain adalah persoalan kiamat. Sampai-sampai Camat Badegan membongkar data kepergian para warganya di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur karena isu kiamat. Puluhan orang yang pindah itu adalah 16 kepala keluarga, terdiri dari 29 laki-laki, 23 perempuan dan sepuluh anak-anak.

Mereka semua pindah karena isu akan datangnya kiamat, bahkan hal ini juga dibenarkan oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Saking takutnya sama isu kiamat, banyak warga desa yang menjual asetnya seperti rumah tinggal dan juga kendaraannya. Semuanya dilakukan hanya untuk kabur dan menghindari kiamat.

Lucunya nih, pesantren yang kini ditinggali di Malang diyakini tidak akan terkenda dampak kiamat.”Mereka percaya aka nada kiamat dan kalau di pondok itu nggak ikut kiamat,”jelasnya. Hal ini diketahui dari pertambahannya Jemaah-jemaah di pondok pesantren tersebut.

Hanya saja pihak pesantren mengaku jika pertambahan Jemaah ini bukan karena isu kiamat di Malang melainkan memang persiapan jelang kegiatan bulan Ramadan. Bahkan para petinggi Musyawarah Pimpinan Kecamatan di Kasembon sudah mengklarifikasi langsung sama Gus Muhammad Romli selaku pemimpin Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang. Di pesantern itu juga kini sudah ada imbauan dan bantahan tentang fatwa kiamat sudah dekat.

Meski sudah dibantah, namun banyak cerita miris dan lucu dibalik kaburnya warga karena isu kiamat. Salah satunya adalah Katiyem (45). Menantunya bahkan tega meninggalkan putrinya tanpa alasan yang jelas pada pukul 22.00 WIB, Senin (4/3). Katiyem menyebut putrinya hanya ditinggali pesan bahwa suaminya pergi ke Malang, menyusul rombongan lain yang sudah berangkat terlebih dahulu."Heran juga, baru saja nikah sama anak saya," kata Katiyem, Rabu (13/3).

Ironisnya sang menantu pergi berangkat saat hujan lebat dan hanya membawa pakaian seadanya. Padahal, aksinya ini sudah dicegah oleh sang istri yang merupakan anak Katiyem. Tetapi isu kiamat sudah melekat di pikirannya hingga himbauan sang istri tak dihiraukan.

Banyak warga yang menjual harta benda, bahkan rumah tinggalnya. Semuanya dijual hanya untuk digunakan sebagai bekal menuntut ilmu di Malang, waduh gawat juga ya kalau isu kiamat ini dibikin hanya untuk segi bisnis.

Ini beneran kiamat apa cuma bisnis doang nih ujung-ujungnya?
Kiamat beneran kali
Ah ini mah bisnis aja biar ramai pesantren
1492 votes

Komentar (12)

Fresh