Debat Awkward Tsamara Amany VS Faldo Maldini | Opini.id
Next Video

Debat Awkward Tsamara Amany VS Faldo Maldini

Calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan nomor urut 2, Prabowo Subianto keluarkan pernyataan-pernyataan blunder. Ini mereka sampaikan saat debat Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ronde 2, Rabu (17/2) lalu, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Blunder yang dimaksud adalah tidak berdasarkan data dan fakta. Jokowi sebut Indonesia tidak pernah kebakaran hutan lagi sejak 3 tahun lalu. Faktanya, kebakaran hutan masih ada, tapi jumlahnya memang menurun.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tunjukkan luas area terbakar pada 2016 turun menjadi 436,3 ribu hektare dan tahun 2017 turun menjadi 165,5 ribu hektare.

Selain itu, dia mengatakan kalau 11 perusahaan sudah didenda terkait dengan kebakaran hutan. “Ada 11 perusahaan yang dikenai sanksi Rp 18,3 triliun,” katanya.

Namun menurut Greenpeace, tidak satupun perusahaan itu membayar. Padahal, putusan pengadilan sudah inkrah.

Di kubu nomor 2, Prabowo sebut tolok ukur sebuah negara berhasil ketika pangan, energi, dan air tidak lagi impor atau swasembada. “Itu data dari PBB,” katanya saat debat.

Tetapi, PBB punya tolok ukur sendiri soal keberhasilan sebuah negara, namanya Sustainable Development Goals (SDG’s). Dari 17 poin di SDG’s, tidak satupun yang sebut soal swasembada pangan, energi, dan air.

Prabowo juga menyinggung soal perusahaan berpredikat unicorn (valuasi di atas 1 miliar dollar AS). Menurutnya, keberadaan unicorn ini bisa membawa uang-uang di Indonesia ke luar negeri.

"Jadi kalau ada unicorn saya khawatir mempercepat membuat uang-uang kita lari ke luar negeri. Silakan anda ketawa tapi ini masalah bangsa,” tegasnya.

Pernyataan ini didasari oleh banyaknya investor luar yang mendanai perusahaan-perusahaan tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bantah soal ini. Menurutnya, uang justru masuk ke dalam negeri dan memberikan lapangan kerja yang banyak.

Terkait blunder-blunder ini, Mr. Ngehek ingin konfirmasi langsung ke juru bicara (jubir) masing-masing capres. Mr. Ngehek pun undang Tsamara Amany (PSI) dan Faldo Maldini (PAN) dalam Musyawarah Ngehek untuk bahas pernyataan capres mereka.

Komentar
Fresh