Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
Next Video

Pak Anies Baswedan Lupa Sama Aturannya Sendiri?

Saat Mr. Kece bangun pagi, dia sering membayangkan muka Pak Anies Baswedan dan melihat kabut di langit Jakarta. Mr. Kece mengira udara Jakarta pagi itu segar seperti di puncak. Ternyata, kabut yang dilihat itu berbeda dengan kabut yang ada di puncak. Menurut BMKG, itu adalah kabut lapisan inversi udara yang mengandung akumulasi partikel polutan lebih tinggi.

Bukannya segar, kualitas udara Jakarta malah berbahaya. Mr. kece heran, mengapa kualitas udara Jakarta tak juga membaik. Padahal, sejak Agustus 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Ingub itu berisi 14 langkah percepat pengendalian kualitas udara di Jakarta. Mulai dari meningkatkan monitoring kualitas udara, pengembangan kawasan bebas kendaraan bermotor, peningkatan ruang terbuka hijau, hingga menegakkan hukum atas pelanggaran peraturan.

Tapi, 14 langkah itu seperti tak berpegaruh kepada kualitas udara Jakarta. Padahal, kualitas udara yang baik sangat diperlukan masyarakat di tengah kondisi pandemi seperti ini. Apakah 14 instruksi tadi tidak berjalan maksimal di lapangan?

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi

RECOMMENDATION