Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

Nadiem, Kebijakan Buatanmu, Numero Uno!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim mintaa maaf kepada sejumlah lembaga dan ormas. Di antaranya adalah Muhammadiyah, NU, dan PGRI. Itu dilakukan karena dia dianggap gegabah dalam menjalankan Program Organisasi Penggerak atau POP. POP sendiri adalah kebijakan Kemendikbud turunan dari visi 'Merdeka Belajar' yang digagas Nadiem akhir tahun lalu.

Tujuan dari Program Organisasi Penggerak atau POP adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru. Kemendikbud menggandeng lembaga dan Organisasi Masyarakat (Ormas) untuk jadi fasilitator. Sayangnya, Kebijakan Kemendikbud ini dinilai gegabah oleh banyak pihak. Salah satunya adalah terkait kriteria ormas atau lembaga yang menjadi fasilitator.

Kriterianya dianggap serampangan. Misalnya, terpilihnya Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation. Dua lembaga CSR perusahaanbesar itu dianggap tak layak dapat kucuran dana dari pemerintah. Harusnya, mereka lah yang membantu pemerintah. Tak cuma itu, Beberapa ormas dan lembaga yang jadi fasilitator juga diaggap abal-abal. Hal itu membuat dua organisasi besar yaitu Muhammadiyah dan NU mengundurkan diri dari POP. Sementara itu, PGRI juga mundur dengan alasan POP harusnya belum jadi program prioritas.

LATEST