Sedih, Baiq Nuril Masuk Penjara | Opini.id
Next Video

Sedih, Baiq Nuril Masuk Penjara

Perjuangan Baq Nuril menuntut kadilan kandas di MA. Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Baiq Nuril terkait kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ditolak. Mantan guru honorer di SMAN 7 Mataram itu tetap harus menjalani hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan sesuai putusan Kasasi MA. Putusan ini dianggap tak adil oleh beberapa kalangan. Mulai dari pakar hukum sampai aktivis. Kasus Baiq Nuril dianggap sebagai tanda bahwa peradilan di negeri ini belum berpihak pada korban pelecehan seksual. Soalnya, dari awal kasus, Baiq Nuril adalah pihak yang dirugikan oleh aksi si pelapor. Dengan ditolaknya PK, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun mempersilakan Baiq Nuril untuk mengajukan amnesti atau pengampunan. Jokowi mengatakan, dia tetap memberi perhatian penuh atas jalannya kasus ini sejak awal dan akan terus memantau perkembangannya, meski MA telah menolak PK yang diajukan Nuril. Jaksa Agung HM Prasetyo minta semua pihak untuk bisa menghormati keputusan MA. Menurutnya, Baiq Nuril yang merupakan mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram itu sudah melalui tahapan proses hukum seperti banding, kasasi, dan PK.

Komentar (1)
Fresh