Polisi Kok Takut Sama Wartawan? | Opini.id
Next Video

Polisi Kok Takut Sama Wartawan?

Aksi 22 Mei dibayangi kekerasan uang yang dilakukan oleh aparat terhadap jurnalis. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terima 20 laporan dari jurnalis yang mengaku terima kekerasan, intimidasi, sensor sepihak dan dihalangi melakukan peliputan.

Mr Ngehek jengah melihat laporan dari AJI tersebut, gak nyangka kalo aparat bisa lakukan kekerasan terhadap jurnalis. Doi coba hubungi Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani Amri untuk kepo apa yang sebenarnya terjadi. Jawabannya mengejutkan, dugaan Asnil polisi sengaja melakukan hal tersebut untuk halangi proses kerja jurnalis.

Saat melakukan tugas, terutam ditengah konflik seperti penanganan massa aparat cenderung waspada terhadap sorotan kamera dari jurnalis. Sorotan kamera dianggap mengganggu proses kerja yang dilakukan oleh polisi karena mereka tidak mau ada kesalahan kecil tayang di media dan diketahui masyarakat.

Asnil ikut mengerti kerja polisi menangani konflik adalah pekerjaan yang berat. Namun, melakukan sensor sepihak seperti merebut alat kerja jurnalis dan halangi peliputan itu tidak dapat dibenarkan. Karena jurnalis bagian dari demokrasi yang siap memantau kerja pemerintah termasuk polisi.

Roy Thaniago peneliti dari Remotivi juga sependapat dengan Asnil. Kekerasan yang dilakukan aparat terhadap jurnalis karena polisi merasa menjaga citranya sebaik mungkin. Mereka cenderung terlalu waspada dengan kesalahannya alih-alih membiarkan jurnalis meliput kerja mereka.

Roy lanjut menjelaskan secara sosiologis pemegang kepentingan cenderung tidak transparan. Ada alasan tertentu untuk mereka tidak transparan kepada masyarakat guna melindungi kepentingan pihaknya. Justru demokrasi lah yang menuntut mereka untuk transparan kepada masyarakat.

Oleh karena itu kerja jurnalis menjadi sangat penting dalam menjaga demokrasi. Pemerintah berikut dengan instansi pembantunya harus diawasi oleh masyarakat melalui jurnalis. Hal ini dilakukan untuk menjaga pemegang kepentingan tidak semena-mena menjalankan kekuasaannya.

Menghalangi kerja jurnalis sama saja membunuh demokrasi.

Komentar
Fresh