Ojol Jadi Caleg Di Medan | Opini.id
Next Video

Ojol Jadi Caleg Di Medan

Erwin Siahaan tak menyangka 2.038 suara rakyat Kota Medan berpeluang mengantarkannya ke kursi DPRD Kota Medan. Erwin adalah sopir ojek online juga merangkap sebagai sopir bank swasta yang mencalonkan diri ke DPRD Kota Medan lewat PSI.

Perjalanannya mengambil suara rakyat pun tidak mudah karena Erwin sendiri bukan dari kalangan atas. Ekonominya pun pas-pasan dengan rumah kontrakan dan motor yang masih dicicil ke leasing.

Saat memutuskan untuk menjadi wakil rakyat modalnya sangat minim, bahkan dia sempat ragu dengan keinginannya. Tapi ibunya terus memotivasinya, jika memang rezeki Erwin menjadi anggot DPRD maka akan terwujud jika disertai niat. Wejangan sang ibu lah yang bikin pria lulusan SMA itu terus melanjutkan niatannya.

Setelah beberapa hari ngobrol soal niatannya ke ibunya, sang ibu meninggal dunia lebih cepat. Dari kematian ibunya Erwin mendapatkan asuransi sebesar RP 25 juta. Setelah dikurangi dengan biaya pemakaman dan lain-lain ia kantongi Rp 12 juta. Uang inilah yang ia pakai sebagai modal kampanye untuk membuat poster dan spanduk.

Erwin sadar modalnya untuk berkampanye tidak terlalu besar untuk APK dan lain-lainnya. Maka ia punya strategi yang lebih jitu agar bisa tetap menjemput suara rakyat. Ia memilih datang ke warung-warung untuk sosialisasikan politik dan gak lupa mengandalkan solidaritas satu aspal dari komunitas ojol. Selain itu ia juga jalin komunikasi ke persatuan marga-marga batak lewat ibadah gereja.

Tekad Erwin saat sudah duduki kursi DPRD Kota Medan ingin memperbaiki pembangunan Kota Medan. Menurutnya infrastruktur di Kota Medan masih jauh tertinggal dengan kota-kota lainnya termasuk banyak jalan yang rusak. Serta memperbaiki pelayanan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah dan memberantas KKN di lingkungan pelayan masyarakat.

Komentar
Fresh