Mei Berdarah 1998 | Opini.id
Next Video

Mei Berdarah 1998

21 tahun lalu, Mei 1998 kerusuhan terjadi di beberapa daerah seperti Jakarta, Solo, Surabaya, Lampung, dan Palembang.

Kerusuhan dipicu tewasnya 4 mahasiswa Universitas Trisakti saat long march menuju DPR untuk menuntut Presiden Soeharto lengser.

Kerusuhan bergeser jadi berbau rasial terhadap etnis Tionghoa. Massa mulai menjarah pertokoan dan merusak fasilitas umum.

Kerusuhan itu memakan korban lebih dari 1.000 nyawa. Kebanyakan terbakar dan sebagian tewas akibat senjata.

Tak hanya itu, aksi itu juga diikuti pemerkosaan terhadap perempuan yang kebanyakan etnis Tionghoa. Puluhan perempuan yang jadi korban dengan beberapa di antaranya disertai dengan kekerasan.

Tak banyak yang mau bersaksi. Salah satu korban yang akan bersaksi malah tewas dibunuh.

Tim khusus dibentuk untuk mencari fakta. Dari data yang ditemukan, kerusuhan itu disinyalir kuat terjadi secara sistematis. Ada provokator di antara para pelaku kerusuhan.

Aparat keamanan menolak bertanggung jawab termasuk atas kematian 4 mahasiswa Universitas Trisakti. Aparat mengklaim tidak menggunakan peluru tajam.

Sampai saat ini, kasus pelanggaran HAM itu tak kunjung selesai. Padahal data dan fakta temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sudah cukup lengkap.

Komentar (2)
Fresh