Perjalanan Panjang Siti Aisyah Menuju Vonis Bebas | OPINI.id
Perjalanan Panjang Siti Aisyah Menuju Vonis Bebas

Jaksa Malaysia mencabut dakwaan pembunuhan Kim Jong-nam yang dijeratkan kepada Siti Aisyah selaku warga negara Indonesia (WNI).

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (11/3/19), jaksa Iskandar Ahmad tidak menyebut lebih jelas soal alasannya mencabut dakwaan pembunuhan terhadap Aisyah. Putusan itu dijatuhkan hakim Azmin saat mengabulkan permohonan jaksa yang mencabut dakwaan pembunuhan yang sebelumnya dijeratkan terhadap Aisyah.

Berikut kronologi kasus yang menjerat Siti Aisyah:

Mengusap zat beracun ke wajah King Jong-nam

Siti Aisyah diduga telah membunuh King Jong-nam dengan mengusapkan zat beracun VX pada wajah Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Zat beracun yang digunakan dikategorikan sebagai senjata pembunuh massal oleh PBB dan dilarang penggunaannya di seluruh dunia.

Ditangkap di hotel

Siti Aisyah ditangkap polisi di sebuah hotel di Selangor, Malaysia. Dalam pernyataan resminya, Polisi Diraja Malaysia menyatakan Aisyah ditangkap pada 16 Februari 2017 pukul 02.00 waktu setempat, dua hari setelah Jong-nam tewas.

Baca juga:

Status tersangka

Deputi Kepala Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) Inspektur Jenderal Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan kepolisian Malaysia menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-nam.

Siti Aisyah jalani sidang perdana

Siti Aisyah jalani sidang perdana di Pengadilan Tinggi Sepang dalam kasus kematian Kim Jong-nam pada 1 Maret 2017. Sidang beragendakan pembacaan tuntutan. Saat itu Siti Aisyah didampingi Tim Perlindungan WNI Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur bersama pengacara dari kantor Gooi & Azzura.

Aisyah dikenakan pasal delik pembunuhan (302) dengan persekongkolan (34) Kitab UU Hukum Pidana oleh jaksa penuntut umum.

Dalam sidang itu, Siti Aisyah mengaku dijebak oleh orang yang mengiming-iminginya uang sebesar RM 400 (setara Rp 1,2 juta) untuk melakukan aksi jahil pada pria yang ternyata adalah Kim Jong-nam. Siti Aisyah mengaku disuruh oleh dua pria bernama James dan Chan yang sosoknya mirip orang Korea atau Jepang untuk melakukan tindakan itu. Siti juga tidak tahu bahwa cairan yang digunakan untuk mengusap wajah Jong-nam itu adalah racun, ia mengira mengira zat VX yang dibawanya adalah baby oil.

Siti Aisyah melakukan reka ulang di Bandara Kuala Lumpur

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, seorang perempuan warga negara Vietnam yang juga didakwa terlibat dalam kasus pembunuhan ini melakukan reka ulang di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Bersama hakim dan jaksa, mereka berjalan di sekitar terminal bandara, tempat kejadian pembunuhan Kim Jong-nam dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Reka ulang dilakukan mulai dari titik saat Aisyah dan Doan mengusapkan zat beracun VX pada wajah Kim Jong-nam, kemudian pindah ke restoran Bibik Heritage, toilet dan menuju taksi. Selama reka ulang, Siti Aisyah terlihat tak sehat dan menangis. Ia juga menggunakan kursi roda.

Hakim putuskan sidang dilanjutkan

Pengadilan Malaysia memutuskan bahwa persidangan dua terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam bisa dilanjutkan karena adanya cukup bukti.

Hakim Azmi Ariffin menyatakan, ada cukup bukti untuk mendukung dakwaan pembunuhan terhadap kedua terdakwa yang dituduh membunuh Kim Jong-Nam dengan gas saraf VX di bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Sidang pembelaan sempat diundur beberapa kali

Proses persidangan pembelaan sempat diundur beberapa kali. Penundaan pertama terjadi pada November 2018 lalu, karena pengacara utama Aisyah, Gooi Soon Seng, jatuh sakit. Saat itu, sidang dinyatakan ditunda hingga 7 Januari 2019.

Namun belum juga sidang digelar pada Januari 2019, penundaan kedua terjadi. Penyebabnya, pengacara Aisyah mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan tidak akan memaksa jaksa menyerahkan salinan keterangan tujuh saksi kasus ini. Penundaan ketiga yang diumumkan pekan ini juga masih berkaitan dengan banding yang diajukan pengacara Aisyah. Dengan proses banding masih berlanjut, maka persidangan yang dijadwalkan akan digelar pekan ini terpaksa ditunda.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada 11 Maret 2019 dengan agenda pembelaan.

Vonis bebas Siti Aisyah

Pada persidangan ke-66 Siti Aisyah dibebaskan dari seluruh dakwaan. Pembebasan terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, tak lepas dari proses panjang dan lobi-lobi antara Indonesia dan Malaysia. Menkum HAM Yasonna Laoly sebelumnya mengajukan permintaan pembebasan terhadap Siti Aisyah kepada Malaysia.

Ada tiga alasan yang menjadi dasar permintaan ini yaitu pertama, Siti Aisyah meyakini apa yang dilakukannya semata-mata untuk kepentingan acara reality show sehingga Siti Aisyah tidak pernah memiliki niat untuk membunuh Kim Jong-nam. Kedua, Siti Aisyah sudah dikelabui dan tidak menyadari sama sekali bahwa dia sedang diperalat pihak intelijen Korea Utara. Ketiga, Siti Aisyah sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya.

**

Siti Aisyah kini sudah kembali ke Indonesia. Pembebasan Aisyah merupakan bukti upaya diplomasi dari pemerintah untuk keadilan warga negara Indonesia. Meski demikian, Siti Aisyah bisa diekstradisi di kemudian hari. 

Komentar

Fresh