Soal Tak Ada Azan, Ini Tanggapan Kubu Jokowi-Prabowo | OPINI.id
Soal Tak Ada Azan, Ini Tanggapan Kubu Jokowi-Prabowo

Bersembunyi dibalik kalimat kekhawatiran, Jokowi kembali diserang fitnah oleh pendukung paslon 02.

Beredar video "Jika Jokowi terpilih, tak ada azan' di media sosial. Video tersebut direkam dan diunggah oleh akun @citrawida5 pada Rabu (13/02/2019). Dalam video tersebut tampak dua wanita dan seorang wanita yang merekam berbicara kepada seorang pria. Mereka bilang, sesama perempuan boleh menikah, sesama laki-laki juga boleh.

Isi video tersebut dianggap sebagai kampanye hitam terhadap capres nomor urut 01, Jokowi. Kini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mengutip dari BBC, ketiga tersangka berinisial ES, IP dan CW juga telah ditahan di Polres Tangerang, Jawa Barat, kata pejabat Polda Jawa Barat.

"Terhadap ketiga ibu-ibu itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kabidhumas Polda Jabar, Kombes Polisi Trunoyudho Wisnu Andiko, Selasa (26/02), seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, untuk BBC News Indonesia.

Terdengan percakapan dalam bahasa Sunda yang berisi antara lain, "2019 kalau dua periode tidak akan ada azan, suara anak ngaji, gak akan ada yang pakai kerudung, perempuan dengan perempuan boleh kawin, laki-laki dengan laki-laki boleh kawin."

Video berdurasi 59 detik ini tersebar luas di media sosial dan langsung mendapatkan tanggapan pro-kontra oleh masyarakat.

Ketiga orang itu masih dalam "proses pemeriksaan" dan mereka akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mendalami isi video tersebut pada Senin (25/02). Namun sehari kemudian, setelah diperiksa selama 1x24 jam, Selasa (26/02), polisi kemudian menetapkan tiga orang itu sebagai tersangka.

ES dan IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, sementara CW adalah warga Teluk Jambe, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jabar.

Tiga orang dalam video tersebut dijerat dengan Undang-undang ITE pasal 28 ayat 2 tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terhadap individu ataupun kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan suku agama ras dan antargolongan. Dengan ancaman hukumannya enam tahun dan denda Rp1 miliar. Mereka juga dijerat dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 46 pasal 14 ayat 2 tentang menyebarkan berita bohong yang bisa menimbulkan keonaran dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara, kata polisi.

Ketiga tersangka, kata Trunoyudho, memiliki peran masing-masing. Menurut Trunoyudho, ES dan IP menyampaikan ujaran yang diduga berbohong dan bermuatan kebencian. Sementara CW berperan sebagai perekam dan pengunggah video ke media sosial dengan menggunakan akun Citra Widaningsih.

Sejumlah tokoh pun memberikan tanggapannya terkait video ibu-ibu yang viral di media sosial tersebut.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, membantah tiga orang dalam video bermuatan konten hoaks dan kampanye hitam di Karawang, Jawa Barat, merupakan tim kampanye calon presiden nomor urut 02. Menurutnya, BPN tidak pernah memerintahkan tim kampanye maupun para relawan untuk berkampanye dengan memuat isu-isu berbau fitnah dan SARA, tapi hanya fokus pada visi dan misi ekonomi.

Sementara itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, meminta kepolisian segera mengungkap dan menindak orang-orang yang terlibat. Irma meminta polisi untuk mengamankan dan segera menindak tegas orang-orang dibalik video tersebut.

**

Penggunaan metode kampanye door to door seperti dalam video memang riskan terjadi tindak kecurangan, termasuk kampanye hitam. Mendekati Pilpres 2019, kedua pendukung paslon makin gencar menarik simpati masyarakat yang belum memiliki pilihan. Mereka tak ragu-ragu mempengaruhi masyarakat secara langsung. Terlepas ini merupakan strategi kampanye dari salah satu kubu, cara seperti ini membuat masyarakat geram dan gelisah. Lantaran bukan memberikan informasi visi dan misi, malah menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan meresahkan. 

Gimana menurut kamu, ini termasuk kampanye hitam atau bukan?
Iya
Bukan
Tidak tahu
258 votes

Komentar

Fresh