Ngopini: Buka-bukaan Kirana Larasati dan Hanum Rais | OPINI.id
Ngopini: Buka-bukaan Kirana Larasati dan Hanum Rais

Ditengah kesibukan sebagai politisi, Kirana Larasati (caleg PDI Perjuangan) dan Hanum Rais (caleg PAN) menghadiri Ngopini, Rabu (20/02/19) di Yan Kedai Kopi, Sabang, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, dua politisi muda ini saling memberikan pandangan mereka tentang politik termasuk ajakan untuk tidak alergi dengan politik di Indonesia. Ngopini sendiri adalah sebuah diskusi sambil ngopi. Meski berbeda sudut pandang, diskusi tetap berjalan dengan santai.

Sejak kecil Hanum telah terbiasa dengan politik

Hanum Rais yang memiliki latar belakang seorang dokter gigi mengaku tak asing dengan dunia politik. Ayahnya yang merupakan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR (periode 1999-2004). Hal ini membuat Hanum akrab dengan dunia politik sejak kecil. Meski demikian, ia mengaku untuk menjadi seorang politikus, harus memiliki motivasi yang mendasar.

Ia prihatin terhadap penurunan anak muda terhadap politik. Meski anak muda sangat dekat dengan media sosial namun dalam lima tahun terakhir Hanum merasa anak muda menjadi ancaman dari banyaknya berita-berita bohong yang beredar. Ini yang mendorongnya untuk terjun langsung dalam dunia politik.

Tiap lapisan masyarakat memiliki hak politik yang sama

Berbeda dengan Hanum, Kirana Larasati yang mulai populer setelah membintangi sebuah sinetron merasa terpanggil untuk menjadi politisi berangkat dari kepedulian. Kirana Larasati yang pernah menjadi Duta Artis Pemberantas Narkoba ini menuturkan bahwa semua orang dalam lapisan masyarakat memiliki hak yang sama untuk menjadi politisi.

Lewat politik, Kirana menuturkan semua orang bisa turut membangun peradaban suatu bangsa, mengurus dan memperbaiki semua bidang yang ada di dalam masyarakat. Kirana sendiri mulai terjun ke dunia politik pada era pemerintahan Jokowi meski pada awalnya juga memiliki ketakutannya sendiri. Namun ia menegaskan untuk bisa mengubah dan membenarkan sesuatu, seseorang harus masuk ke dalam sistem itu sendiri.

Apa sih alasan anak-anak muda memilih golput?

Dalam acara Ngopini, Kirana Larasati dan Hanum Rais berbagi cerita tentang pentingnya politik bagi anak muda Indonesia. Indonesia terhitung sudah menjalani tiga kali pemilihan presiden di era reformasi, yaitu Pilpres 2004, 2009, dan 2014. Dari ketiga pemilihan tersebut, angka golputnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Baik Kirana dan Hanum, mengimbau anak-anak muda agar tidak alergi politik, karena itu penting untuk keberlangsungan demokrasi yang sehat di Indonesia.

Meski angka golput memprihatinkan, Hanum merasa wajar jika anak-anak muda memilih untuk golput karena kecewa terhadap wakil rakyat yang dipilihnya namun tidak berhasil menyuarakan aspirasi mereka. Tetapi Hanum berharap anak-anak muda tidak tergiring dengan pendapat bahwa satu suara mereka tetap bisa membawa perubahan.

"Mungkin anak-anak muda sekarang tidak merasa dampaknya, tapi pasti kebijakan politik saat ini akan memberi dampak lima atau sepuluh tahun saat nanti kalian sudah menjadi orangtua", kata Hanum.

Karena itu Hanum merasa sudah menjadi tugasnya untuk mencerahkan bahwa politik itu penting dan jangan alergi. Jangan sampai informasi yang menyesatkan yang malah terdistribusi kepada anak-anak muda. Hanum menambahkan jangan karena merasa aspirasinya tak terwakili membuat anak-anak muda kapok untuk kembali memilih.

Sementara menurut Kirana Larasati, kurangnya pemahaman terhadap pentingnya politik. Masyarakat khususnya anak-anak muda hanya mengetahui politik dari sisi-sisi yang negatif saja. Kirana sendiri mengaku pernah golput karena merasa kurang mengenal calon wakil rakyat yang akan dipilihnya. Terlalu banyak foto-foto membuatnya bingung dan merasa tidak ada perubahan apa-apa. Informasi yang kurang membuat orang menjadi golput.

"Tugas kita sekarang, yuk kita sama-sama mengajak untuk paham kenapa kita harus berpolitik", kata Kirana. Politik tak hanya ada di istana, bukan sekedar ada di MRP/ DPR. Politik bisa berpengaruh dalam semua sektor, Kirana melanjutkan.

Sebagai agen perubahan, Kirana memaparkan dalam pemilihan secara langsung ini sudah memiliki banyak pilihan dan banyak harapan sehingga jangan golput. “Kenali paslon, kenali caleg, cari tahu visi-misinya, apakah dekat dengan rakyat, apakah benar akan memperjuangkan dan apakah benar sudah selesai dengan dirinya,” ujar Kirana.

Jangan alergi politik

Penting sebagai anak muda melek politik agar tidak golput. Golput merupakan sebuah sikap yang sia-sia, menurut Kirana.

"Suka atau tidak suka, ketika kamu tidak memilih pun kamu akan menjadi orang yang dipimpin. Mau tidak mau akan tetap menjalaninya."

Agar tak alergi dengan politik, Hanum Rais berpesan bahwa anak muda harus lebih sering terpapar politik. Sementara menurut Kirana, anak muda harus meningkatkan budaya membaca, khususnya membaca berita. Membaca dari sumber yang kredibel.

Kamu alergi sama politik nggak?
Iya
Enggak
Biasa aja
70 votes

Komentar (1)

Fresh