Mau Diajak Maju, Prabowo Justru Khawatir Industri 4.0 | OPINI.id
Mau Diajak Maju, Prabowo Justru Khawatir Industri 4.0

Mengangkat tema infrastruktur,pangan,energi,sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kedua capres unjuk gigi tanpa contekan sama sekali. Adu skill ini jadi tontonan seluruh rakyat Indonesia. Tapi ada satu hal juga yang justru jadi kekhawatiran Prabowo Subianto terkait industri 4.0.

Seperti diketahui, Jokowi terus membangun Indonesia untuk mengejar ketinggalan. Tapi menurut mantan Danjen Kopasus ini, justru industri 4.0 bisa memicu angka pengangguran yang lebih besar lagi.

"Kita sama sama memahami dahsyatnya perkembangan industri 4.0 yang akan datang dengan artificial intelligence, robotik ini akan berdampak. suatu pabrik yang punya biasanya pabrik mobil di Jerman yang punya lima belas ribu pekerja bisa diganti sekarang dengan robot-robot dan hanya membutuhkan kurang dari lima puluh orang bekerja. Ini akan berdampak, tapi inti yang saya ingin sampaikan adalah kita bicara industri 4.0. kita sekarang masih belum bisa membela petani petani kita sendiri. Ini yang kita masalahkan. Kita juga belum bisa menjamin harga harga pangan terjangkau oleh rakyat kita. ini yang saya permasalahkan. bagus kita bicara industri 4.0 tapi saya lebih ingin menjamin bahwa Indonesia bisa menyediakan pangannya sendiri tanpa import-import dari negara manapun," jelasnya saat debat capres berlangsung.

Nah, buat kamu yang juga masih bingung maksud dari industri 4.0 tersebut. Mari kita simak. Jokowi saat ini itu kerap kali membahas soal industri generasi ke-empat atau industri 4.0. Gak cuma sekedar mimpi, bahkan petahana alias Joko Widodo telah meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartato, revolusi industri 4.0 ini sebenarnya adalah revolusi industri yang sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu, revolusi industri pertama hadir dalam konteks steam engine atau mesin uap.

Saat ini sendiri yang namanya revolusi industri ke 4 dimulai dengan revolusi internet yang sudah ada sejak tahun 90-an. Hanya saja pada tahun 90-an belum tahu efek internet akan seperti apa.Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Internet of things ini pertama kali dilakukan oleh Jerman. Jerman pula lah yang mengglobalkan istilah industri 4.0.

"Jadi industri 4.0 mengikat kepada industri di Jerman, Bapak Presiden melihat berkali-kali bahwa kita harus punya roadmap ke sana dan pada saat setelah pertemuan G20 di China, Bapak Presiden ke Alibaba dan saat itu kita sering membahas ekonomi digital dan roadmap," katanya.

Untuk itulah, kata Airlangga, pihaknya menyusun roadmap industri 4.0 dengan bantuan sejumlah pihak. Dengan adanya roadmap ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030.

Kamu sendiri dukung industri 4.0 gak?
Dukung dong
Nggak
223 votes

Komentar

Fresh