Strategi Diam Prabowo di Masa Kampanye Pilpres 2019 | OPINI.id
Strategi Diam Prabowo di Masa Kampanye Pilpres 2019

Di masa kampanye Pilpres 2019 ini, capres Prabowo Subianto justru jarang sekali terlihat turun menyapa langsung warga ke berbagai daerah. Hal ini dikarenakan, mantan jenderal kopasus ini sedang dalam kondisi kurang fit. Oleh karena itu, dia pun berbagi peran dengan cawapres Sandiaga Uno.

Seperti diketahui sebelumnya, Prabowo Subianto dikabarkan terserang flu dan bahkan meriang beberapa hari terakhir. Sampai-sampai, dirinya tak datang di acara konsolidasi dan pembekalan caleg PKS, di hotel Grand Sahid Jaya. Padahal, sejak semula Prabowo diundang di acara tersebut bahkan didaulat untuk memberi orasi kebabangsaan di hadapan para caleg PKS. Namun hingga pukul 11.00 WIB, Prabowo tak juga nampak di tempat kegiatan.

Meski tidak sedang sakit flu dan meriang, capres nomor urut 02 ini memang kerap jadi sorotan. Soalnya, sejak mendeklarasikan dirinya maju di bursa Pilpres 2019,hingga ditetapkan jadi capres oleh KPU bersanding dengan Sandiaga, Prabowo memang jarang sekali tampil di hadapan publik. Bisa dilihat, Prabowo jarang keliling daerah, itu pun hanya sesekali. Berbeda dengan cawapres Sandiaga Uno yang mengklaim sudah mengunjungi lebih dari 1.000 kali menggelar kunjungan ke daerah.

Jika dihitung, Prabowo dalam sebulan hanya tiga kali keluar untuk menyapa masyarakat. Itu saja lebih banyak hadir di acara, beri pidato dan sisanya kembali ke Hambalang, Bogor untuk beristirahat. Ada apa dengan sikap Prabowo ini? Bahkan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun gak ada yang tahu kenapa Prabowo lebih banyak ‘bertapa’ di kediamannya.

Banyak pengamat yang mengatakan, kalau hal ini justru merugikannya. Soalnya, masa kampanye ini harusnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para paslon untuk turun gunung dan menyapa langsung masyarakat.

Komentar (3)

Fresh