OPINI.id | Rocky Gerung Bakal Nyusul Ahmad Dhani di Penjara?
Rocky Gerung Bakal Nyusul Ahmad Dhani di Penjara?

Aktivis sekaligus pengamat Rocky Gerung akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kalimat ucapannya “kitab suci adalah fiksi,”. Kabar ini pun diapresiasi oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago. Bahkan menurutnya, mulut Rocky Gerung harus disekolahkan karena sudah menghina semua agama termasuk Al-Quran.

Ucapan Rocky Gerung yang menilai kitab suci adalah fiksi atau khayalan sudah termasuk sebuah pelecehan dan penghinaan agama-agama yang ada di Indonesia khususnya. Tapi, sekali lagi pemanggilan Rocky Gerung cukup mengundang kontroversi, seperti anggapan kriminalisasi terhadap pihak yang bersebrangan dengan pemerintah, meski sudah jelas memang ada pelanggaran di sana.

Namun tudingan ini ditepis oleh politikus Nasdem tersebut. Menurutnya, justru ada sikap tidak taat hukum yang dilakukan oleh kubu nonpetahana. Sementara itu, seperti biasa Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon beranggapan jika pemanggilan Rocky Gerung adalah sebuah kriminalisasi sekaligus bentuk pengebirian demokrasi.

"Jelas pemeriksaan @rockygerung ini bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi. Kelihatannya elektabilitas petahana sudah benar-benar mangkrak maka dicari jalan liar mengebiri demokrasi dan menakut-nakuti orang kritis berakal sehat," kata Fadli, melalui akun twitternya, Rabu (30/1).

 

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran penyidik Unit IV Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya disebut akan memeriksa pengamat politik yang kerap vokal ini sebagai terlapor dalam kasus dugaan penistaan agama. Pernyataan Rocky berawal saat dirinya menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyer's Club, TV One, 10 April 2018. Saat dimintai pendapatnya, Rocky menyebut kitab suci sebagai fiksi. Perbincangan seputar fiksi terjadi usai ramainya perdebatan Indonesia Bubar 2030 versi Prabowo Subianto, yang ternyata adalah isi dalam novel fiksi berjudul Ghost Fleet: Novel of the Next World War.

Nah dalam penjelasan selanjutnya, dirinya ingin meluruskan makna fiksi yang dinilai jadi peyorasi akibat ulah politisi. Rocky minta jika fiksi dibedakan dengan 'fiktif'. Fiksi yang dimaksud Rocky bersifat imajinasi, dan bersifat positif menurutnya. Sementara yang memiliki makna negatif bagi Rocky adalah fiktif yang memiliki arti kebohongan dan kacau.

Akibat pernyataannya tersebut, Rocky dilaporkan ke polisi dengan dugaan menyebarkan informasi bermotif SARA untuk menimbulkan rasa kebencian. Dalam laporan itu Rocky dijerat ancaman pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Menurut kamu ucapan Rocky Gerung penistaan agama bukan?
Bukan
Penistaan agama
2245 votes

Komentar (22)

Top Konten