Pengamat: Pilpres 2019, Waspadai Ancaman Teror | OPINI.id
Pengamat: Pilpres 2019, Waspadai Ancaman Teror

Jelang pilpres 2019, ancaman teror dari kelompok-kelompok radikal masih potensial di Indonesia. Hal ini diungkapkan pengamat terorisme, Al Chaidar, Senin (21/01/2019). Bahkan, jaringan yang berafiliasi dengan ISIS diperkirakan bakal melakukan aksinya dalam waktu dekat untuk merusak rangkaian pemilu presiden.

Menurutnya, seperti dilansir Viva.co.id, menjelang Pilpres 2019 ini, orang-orang ISIS ada kemungkinan melakukan penyerangan. Masih ada potensi-potensi serangan ini. Target mereka memang mengacaukan pemilu presiden, karena mereka menganggap demokrasi itu haram, dan siapa saja yang melakukannya sah untuk dibunuh.

Namun pihak kepolisian sudah mengantisipasi hal tersebut, biasanya serangan-serangan seperti itu akan dilakukan oleh teroris tanzim (terorganisir), yakni teroris non-teritorial dan non-organik. Non-teritorial, jelas Chaidar, bisa berasal dari luar, lalu menyebar dan bekerja sangat dinamis karena pergerakannya menggunakan perangkat telekomunikasi, hingga dapat dengan mudah dilacak pihak kepolisian.

Sementara itu, terkait aktivitas Abu Bakar Ba'asyir, Chaidar menilai kemungkinan pengaruhnya sangat kecil, dikarenakan Ba'asyir hanya berpengaruh pada jaringan lamanya saja yaitu Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS). Kini Ba'asyir tidak lagi dalam posisi komando, hanya sebagai pemimpin spiritual. Ia hanya mengisi tausiah dan wejangan, bukan lagi berwenang memberikan perintah aksi.

Bagaimana pendapat kamu soal aksi teror yang bakal menganggu Pemilu?
Ga bakalan ada
Ragu-ragu
Waspada aja
3 votes


Komentar

Fresh