Debat Capres Sandiaga Pijat Prabowo, Ini Manfaatnya | OPINI.id
Debat Capres Sandiaga Pijat Prabowo, Ini Manfaatnya

Acara debat perdana pada Kamis (17/01/2019) lalu, memang menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari pemaparan visi misi, saling serang hingga hal-hal unik yang dilakukan kedua pasangan capres-cawapres.

Seperti juga gestur pijat pasangan calon (paslon) Sandiaga Uno terhadap Prabowo. Momen ini didahului oleh Prabowo yang terlihat berjoget usai pernyataan seputar kasus korupsi kader partai politik.

Menurut dokter ahli bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan SpBS, pijat tak bisa langsung diartikan adanya tekanan. Pijat dalam momen tersebut juga tak lantas menurunkan tensi dan ketegangan usai debat capres perdana tersebut.

Sementara itu, pakar ekspresi dan gestur Handoko Gani mengatakan gestur pijat tak bisa diartikan sebagai upaya relaksasi semata. Kedua paslon sebetulnya punya beban yang sama untuk menampilkan yang terbaik. Gestur pijat tersebut cenderung pada ekspresi tak terencana yang bersifat spontan.

Namun ternyata pijat, seperti yang dilakukan paslon Sandiaga-Prabowo, telah lama dikenal sebagai upaya relaksasi. Tekanan yang benar pada simpul otot tertentu, diyakini bisa melonggarkan tekanan hingga melancarkan peredaran darah. Praktik ini berkembang dalam berbagai variasi. Inilah manfaat saat tubuh dipijat seperti yang dilakukan Sandiaga pada Prabowo:

1. Melancarkan Peredaran Darah. Menurut Profesor Allan Platt dari Fakultas Kedokteran Emory University dampak langsung yang dapat terjadi bagi tubuh ketika dipijat adalah melemaskan otot-otot yang tegang. Dampaknya peredaran darah akan menjadi lebih lancar. 

2. Mengurangi Stres. Beberapa studi menyebutkan bahwa pijat dapat menekan produksi hormon stres kortisol. Itulah kenapa setelah pijat beberapa orang mungkin bisa jadi lebih merasa tenang dan nyaman.

3. Relaksasi. Dalam situasi menegangkan seperti dalam kompetisi atau situasi genting, pijat jadi metode pertama untuk menenangkan diri dan mengembalikan fikiran untuk fokus. Pasalnya, dengan otot melemas dan hormon stres berkurang dampak berikutnya yang terjadi adalah seseorang bisa merasakan lebih rileks baik secara mental maupun fisik.

4. Tidur Nyenyak. Sebuah penelitian di University of Miami School of Medicine membuktikan kaitan pijat dengan kualitas tidur. Dua kali sesi pijat tiap pekan, masing-masing selama 30 menit, selama 5 pekan bisa meningkatkan kualitas tidur dengan signifikan. Hal ini juga yang disebut langsung oleh Prabowo dalam cuitan Twitternya.

5. Tingkatkan Sistem Imun. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Roehampton bersama BBC menunjukkan ketika seseorang dipijat selama satu jam, produksi sel darah putihnya bisa meningkat hingga 70 persen. Komponen darah tersebut diketahui berperan penting dalam memerangi infeksi.

Gestur Pijat pada momen debat capres itu spontanitas atau menutupi kesalahan?
Spontanitas
Menutupi kesalahan
Bisa keduanya
29 votes


Komentar

Fresh