Ba’asyir Dibebaskan, Bukti Jokowi Tak Lakukan Kriminalisasi Ulama | OPINI.id
Ba’asyir Dibebaskan, Bukti Jokowi Tak Lakukan Kriminalisasi Ulama

Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir yang telah berusia 81 tahun dan sudah  menjalani hukuman kurang lebih 9 tahun di penjara Gunungsindur Bogor, tak lama lagi akan menghirup udara kebebasan. Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas Gunungsindur Bogor tersebut sudah disetujui Presiden Jokowi.

Rencana pembebasan Baasyir ini disampaikan oleh Penasihat Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, di Lapas Gunung Sindur tempat Ba'asyir ditahan, Jumat (18/01/2019). Menurutnya yang menjadi pertimbangan Jokowi terhadap pembebasan Abu Bakar Ba’asyir ini merupakan aspek kemanusiaan.  

Ba'asyir akan bebas pekan depan dan telah disetujui Jokowi. Yusril menegaskan bahwa pembebasan ini menunjukan kepada publik dan masyarakat, bahwa tidak betul jika Jokowi melakukan persekusi atau melakukan kriminalisasi terhadap ulama, pembebasan Ba’asyir ini contoh nyata keseriusan dan perhatian Presiden Jokowi.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengaku telah memberikan lampu hijau bagi kebebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Alasan kemanusiaan menjadi dasar Jokowi memberikan kebebasan bagi Ba'asyir. Selain itu, kondisi kesehatan Ba'asyir disebut menjadi pertimbangan pula.

Ba’asyir adalah pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid. Abu Bakar Ba’asyir divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011.

Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme. Saat itu, persidangan digelar untuk dakwaan primer keterlibatan Ba'asyir dalam pelatihan militer di Janto, Aceh. 

Apakah pembebasan Ba'asyir akan berdampak pada keamanan negara?
Ga bakalan ada dampak apa-apa
Ragu-ragu
Ya ada, musti lebih waspada
750 votes

Komentar (9)

Fresh