Harusnya Jokowi Gak Mendiskriminasi Prabowo | OPINI.id
 Harusnya Jokowi Gak Mendiskriminasi Prabowo

Joko Widodo terkenal sebagai sosok yang kalem, tapi saat berpidato di hadapan alumni Universitas Indonesia (UI), petahana justru terlihat berapi-api.

Sebagai warga Indonesia, sepertinya bukan rahasia umum lagi jika saat ini keadaan politik makin panas. Apalagi jelang Pilpres 2019 dan debat capres. Kedua kubu saling sindir menyindir. Banyak orang yang justru merasa muak dengan keadaan ini. Tak heran, jika ada pasangan capres dan cawapres fiktif yaitu Nurhadi dan Aldo yang diyakini bisa meredam emosi dan tetap menjaga persatuan kesatuan bangsa.

Bicara soal emosi, pidato Jokowi kemarin di acara deklarasi dukungan para alumni UI menuai kontroversi. Salah satu pihak yang merasa dirugikan adalah kubu Prabowo Subianto. Tapi ini adalah serangan balik Jokowi yang selama ini kerap masuk narasi kubu oposisi yang kerap mendiskreditkannya sebagai Presiden Indonesia. Namun, ada beberapa poin pidato Jokowi yang dianggap terlalu percaya diri dan bahkan masuk ke ranah diskriminatif.

"Demi menjadi pemimpin, butuh pengalaman. Diperlukan pengalaman dalam memerintah. Apalagi sebuah negara yang besar seperti Indonesia ini. Ya jangan coba-coba dong," kata Jokowi, di Senayan, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019.

Gak hanya netizen yang punya anggapan jika ada orang yang belum bekerja terus mau bekerja tapi gak punya pengalman, berarti tak bisa bekerja.Bahkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso menilai jika ucapannya ingin men-downgrade capres Prabowo.Sebaliknya, Priyo balik bertanya apakah Jokowi sudah sedemikian berpengalaman sehingga sangat percaya diri menyatakan hal itu. Priyo justru malah melempar kritik apakah satu periode kepemimpinannya sudah mensejahterakan rakyat atau belum.

Kamu setuju gak kalau ucapan Pak De Jokowi kali ini itu diskriminatif?
Setuju
Gak setuju
305 votes

Komentar (1)

Fresh