Fitnah Pilpres 2019 di Kubu Prabowo dan Jokowi | OPINI.id
Fitnah Pilpres 2019 di Kubu Prabowo dan Jokowi

Sudah menjadi rahasia umum di Pilpres 2019 ini banyak kabar bohong atau hoaks yang beredar ke masyarakat melalui media sosial. Baik di kubu paslon nomor 01, Jokowi-Ma'ruf maupun kubu paslon nomor 02, Prabowo-Sandi.

Bahkan kadang kabar bohong tersebut datang dari pendukung masing-masing kubu untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Tapi siapa yang paling banyak diserang fitnah? Kubu paslon nomor 01 atau nomor 02?

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengklaim menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019, kubunya  banyak dipermainkan dan difitnah.

Apa memang benar? Ia menyampaikan pihaknya lebih banyak menerima fitnah dan asal fitnah tersebut datang dari kubu Jokowi-Ma'ruf.

Sementara itu, dari kubu paslon nomor 01 juga kerap kali diserang hoaks dan fitnah seperti difitnah sebagai anggota PKI, disebut anti ulama, dan antek asing. Tak hanya itu, isu tercecernya e-KTP di beberapa wilayah, e-KTP ganda serta penyebaran kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos bagi pasangan nomor urut 01 juga masuk dalam daftar fitnah yang diterima.

Mengutip dari BBC, pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan bilang, kampanye negatif boleh, asal bersandar pada data, bukan fitnah yang menjurus pada kampanye hitam.

Berkembangnya teknologi mempermudah penyebaran berita bohong ke masyarakat dan sialnya, tak sedikit masyarakat yang termakan oleh isu-isu bohong yang menjurus pada kampanye hitam.

Dalam Undang-Undang Pemilu, ancaman sanksi bagi pelaku Kampanye Pilkada berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat adalah pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp 6 juta.

Tetapi produsen kabar bohong nampaknya tidak terlalu takut dengan ancaman yang tertulis dalam UU tersebut. Buktinya berita hoaks tentang Pilpres 2019 masih juga beredar.

Lalu bagaimana seharusnya kedua kubu berkampanye untuk menarik pemilih? Djayadi melihat kampanye negatif sudah dilakukan oleh kedua kubu di media sosial. Hanya saja, minim solusi.

Padahal, kata Djayadi, yang diinginkan publik saat ini tidak hanya saling serang dan membalas. Tapi juga menghadirkan gagasan atas persoalan yang dialami masyarakat.

Gimana nih menurut kamu, siapa yang lebih banyak menerima fitnah?

Menurut kamu, siapa yang suka bikin berita hoax?
Kubu paslon 01
Kubu paslon 02
268 votes

Komentar

Fresh