Paham Isi Al-Quran Tanpa Membacanya, Emang Bisa? | OPINI.id
Paham Isi Al-Quran Tanpa Membacanya, Emang Bisa?

Ramai isu kedua kandidat capres dan cawapres yakni Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi untuk dites membaca Al-Quran yang diminta oleh Dewan Ikatan Dai Aceh. Permintaan ini muncul untuk menepis segala isu-isu politik identitas yang kerap ada di masa kampanye pilpres 2019 ini.

Seperti halnya yang kerap menyerangan petahana Jokowi. Jokowi kerap diragukan keislamannya oleh sebagian besar oknum yang memang merapatkan barisannya di kubu Prabowo-Sandi. Namun, tantangan ini menuai pro dan kontra, khususnya dari kubu Prabowo. Bahkan partai Gerindra pun menolak tegas undangan tes baca Al-Quran untuk para capres dan cawapres ini. Menurut Gerindra, hal semacam ini tak subtansial dalam menentukan kualitas seorang capres.

"Yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya (Alquran) dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid dalam keterangan tertulis, Minggu (30/12/2018).

Walaupun begitu, Sodik tidak mempungkiri kalau pemahaman Al-Quran merupakan hal yang sangat penting sekali. Tapi, dirinya juga gak mau dan tidak setuju andai pemahaman dan kemampuan baca Al-Quran jadi satu-satunya tolak ukur kepemimpinan.

"Memahami Alquran dan kitab-kitab suci lain sangat penting sebagai syarat seorang capres. Kemampuan membaca Alquran bukan syarat, tapi sebagai advantage saja, sehingga tes baca-tulis tidak perlu dilakukan," ujarnya.

Seperti diketahui seandainya jadi, rencana tes membaca Al-Quran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada 15 Januari 2019 mendatang.

Menurutmu tantangan baca Al-Quran ini bakal jadi diadakan apa nggak?
Jadi
Nggak
37 votes

Komentar (5)

Fresh