Mantan Menteri Tak Etis Kritik Pemerintah Jokowi | OPINI.id
Mantan Menteri Tak Etis Kritik Pemerintah Jokowi

Pemerintah Jokowi di kritik juru debat Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said. Ia menilai tata kelola pemerintah Jokowi termasuk yang terburuk berkaca dari masalah korupsi yang kian marak. Namun kritik ini dinilai tak etis karena datang dari mantan Menteri ESDM era Jokowi.

Mantan Menteri ESDM tersebut juga melihat dari indeks demokrasi dan pembangunan manusia turun. Hal tersebut dilihatnya sebagai pelemahan dalam institusi negara. Sudirman juga mengkritisi masalah pemecatan Said Didu dari kursi komisaris PT Bukit Asam (PTBA) karena tidak sejalan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Mestinya, komisaris yang kritis harus dipertahankan untuk menjaga kepentingan negara. Bukannya dipecat karena pola pikirnya ingin diseragamkan dengan yang memerintah saat ini.

Hal ini ditanggapi oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. Menurutnya kritik Sudirman ke pemerintahan hanya menimbulkan pemikiran adanya rasa sakit hati karena 'dipecat' dari pemerintahan Jokowi-JK.

Terkait kritik yang disampaikan Sudirman tentang maraknya kasus korupsi yang kian marak, sekjen PPP itu menjelaskan, penindakan tindak pidana korupsi tak melulu dilihat secara kuantitas melainkan kualitas. Hal itu ditandai banyaknya operasi tangkap tangan oleh KPK. Selain itu, parameter yang dilihat kubu Prabowo-Sandi adalah indeks persepsi korupsi di Indonesia cenderung stagnan.

Sudirman juga melihat dari indeks demokrasi dan pembangunan manusia turun. Hal tersebut dilihatnya sebagai pelemahan dalam institusi negara. Selain itu, Sudirman mengkritisi masalah pemecatan Said Didu dari kursi komisaris PT Bukit Asam (PTBA) karena tidak sejalan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Mestinya, komisaris yang kritis harus dipertahankan untuk menjaga kepentingan negara. Bukannya dipecat karena pola pikirnya ingin diseragamkan dengan yang memerintah saat ini.

Menutut kamu etis gak sih kritik ini?
Gpp kok
Gak etis
287 votes

 

Komentar (2)

Fresh