Berawal dari ketidakyakinan pengikut kubu Prabowo-Sandi terhadap kemampuan dari Jokowi terhadap agama Islam, Wapres Jusuf Kalla pun mengusulkan agar kedua calon beradu kemampuan membaca Al-Quran. Namun hal ini ditanggapi santai oleh Prabowo. Bahkan secara terang-terangan dirinya mengaku jika tidak terlalu fasih melantunkan ayat Al-Quran.

Ketua Dewan Pembina Gerindra itu tak mempersoalkan adanya sentimen sejumlah kelompok yang meragukan kemampuannya mengaji. Dia mengaku tak pernah membanggakan kemampuannya membaca Al-Quran. Tantangan ini juga mendapatkan respo dari cawapres Sandiaga Uno. Menurutnya tes baca Al-Quran untuk Jokowi dan Prabowo sebagai politik identitas saja.

Dirinya pun memberikan solusi lain. Sandi menyarankan agar lebih baik berdiskusi tentang ekonomi dibandingkan polemi soal keislaman diantara capres dan cawapres di pilpres 2019 nanti.

"Ini adalah permainan politik identitas. Lebih baik isu ekonomi saja, luangkan waktu untuk diskusi bagaimana negeri yang kaya raya ini dengan sumber daya manusia melimpah bisa lebih diprioritaskan," kata Sandiaga Uno di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta.

Seperti diketahui, sebelumnya Dewan Ikatan Dai Aceh memberikan usul agar digelar tes baca Al-Quran untuk paslon pilpres 2019 nanti. Soalnya menurut Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak, tes ini bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman di antara capres dan cawapres tersebut.

Kamu sendiri setuju gak tes baca Al-Quran diadakan?
Setuju banget, penting!
Gak setuju
5058 votes

Komentar (33)

Top Konten