Ucapan Kontroversial Jokowi di Tahun 2018 | OPINI.id
Ucapan Kontroversial Jokowi di Tahun 2018

Ujaran para pejabat tak jarang jadi perhatian publik, terlebih bila ucapan itu tak lazim. Hingga sederet kontroversi-pun muncul dari pernyataan-pernyataan tersebut. Seperti juga ucapan Presiden Jokowi yang muncul saat dirinya bertemu langsung dengan masyarakat di berbagai daerah.

  1. Politikus Sontoloyo

Istilah ‘sontoloyo’ terucap begitu saja oleh Jokowi. Presiden RI tersebut mengucapkannya saat membagikan sertifikat tanah kepada 5.000 warga dari 18 kelurahan di Jakarta Selatan. Saat momen itu Jokowi menumpahkan unek-uneknya. Ia kesal dengan sejumlah politisi yang membawa perkara dana kelurahan ke ranah politik hingga menimbulkan polemik.

"Itulah kepandaian politikus untuk mempengaruhi masyarakat, hati-hati, banyak politikus baik-baik, tapi banyak juga politikus sontoloyo," Kata Jokowi di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).

  1. Ancam Gebuk Penyebar Hoax Dia Anggota PKI

Saat Jokowi tengah membagikan sertifikat tanah di Alun-alun Barat, Kota Serang, Banten, pada Rabu, 14 Maret 2018, Ia mengungkapkan kejengkelannya kejengkelannya lantaran kerap disebut sebagai anggota PKI.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengancam akan memukul pelaku penyebar fitnah dia anggota PKI. "Awas kalau ketemu tak gebuk betul itu," ungkapnya. Jokowi juga menuturkan fitnah dirinya merupakan anggota PKI tidak masuk akal. PKI bubar tahun 1965, sementara ia lahir 1961.

  1. Tabok

Sama seperti sebelumnya, Jokowi melontarkan kata ini karena kesal dengan fitnah dirinya adalah anggota PKI yang tak kunjung hilang. Pada momentum yang sama, yaitu saat membagikan sertifikat kepada warga di Lampung Tengah.

Ia heran ada gambar seseorang yang dianggap mirip dirinya hadir ketika Ketua PKI DN Aidit berpidato pada 1959. "Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang. Aduh, mau saya tabok orangnya, di mana saya cari betul. Saya ini sudah empat tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar," ucapnya, Jumat, 23 November 2018.

  1. Politik Genderewo

Hal ini ia ungkapkan saat memberi sambutan dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 9 November 2018. Jokowi berpesan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan meski nanti berbeda pilihan politik dan waspada dengan pengaruh dari politikus.

Menurutnya, saat ini banyak politikus yang tidak beretika. Politikus model ini, menyebarkan propaganda yang menakutkan kepada masyarakat. "Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik gerenderuwo, genderuwo, nakut-nakuti," jelasnya.

  1. Jangan Bilang Harga Mahal

Pada Selasa malam, 30 Oktober 2018, Jokowi tiba-tiba memutuskan blusukan ke Pasar Surya Kencana, Bogor. Usai lakukan blusukan, Jokowi mengatakan harga-harga bahan pangan relatif stabil.

Ia menyindir pihak-pihak yang menyebut harga-harga melambung. “Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti nggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," ujarnya.

Benarkah ucapan kontroversial Jokowi ini untuk melawan aktivitas kampanye pesaingnya?
Bener banget
Ragu-ragu
Ga bener
215 votes

Komentar

Fresh