2018 Mau Berakhir, Tengok Lagi Kontroversi Prabowo | OPINI.id
2018 Mau Berakhir, Tengok Lagi Kontroversi Prabowo

Jelang Pilpres 2019, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berulang kali menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Pernyataan Prabowo ini menjadi polemik di masyarakat dan menuai kritik dari pelbagai pihak. Bahkan tak jarang pula, Prabowo menjadi bahan perundungan di media sosial.

Inilah sejumlah pernyataan kontroversial Prabowo yang dilontarkannya sepanjang 2018.

  1. 2030 Indonesia Bubar

Publik sempat digegerkan dengan pernyataan mantan Danjen Kopassus itu bahwa Indonesia tidak lagi eksis pada 2030 mendatang. Nyatanya, ucapan Prabowo yang disampaikan dalam sebuah mimbar terbuka itu mengacu pada sebuah cerita fiksi. Rupanya, Prabowo mengutip novel fiksi ilmiah berjudul 'Ghost Fleet: A Novel of the Next World War', 2015, yang ditulis oleh PW Singer and August Cole.

  1. Tampang Boyolali

Lagi-lagi pidato Prabowo menjadi kontroversi. Dia menyebut tampang Boyolali tak bisa masuk hotel berbintang lantaran bukan seperti tampang orang kaya. Usai pernyataan tersebut, Prabowo mendapat berbagai kecaman dan desakan untuk meminta maaf. Bahkan, Bupati Boyolali Seno Samodro sempat mengumpat dengan nama binatang, saking kesalnya pada Prabowo.

  1. Negara Bisa Punah

Pernyataan ihwal potensi negara punah ini disampaikan Prabowo dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Senin, 17 Desember 2018. Di hadapan belasan ribu kader dan simpatisan Partai Gerindra, Prabowo berujar Indonesia bisa punah jika dirinya dan Sandiaga Uno kalah dalam pemilihan presiden 2019.  Prabowo beralasan, dia merasakan adanya getaran besar dari masyarakat yang menginginkan perubahan.

  1. Ngomel Soal Reuni 212

Terkait reuni 212 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat yang diselenggarakan pada Minggu, 2 Desember lalu, Prabowo mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media massa di Indonesia yang tak meliput sekaligus memprotes media yang tak menyebutkan bahwa massa yang hadir pada acara tersebut mencapai belasan juta. Dia juga tak terima dengan media yang memberitakan bahwa jumlah massa hanya belasan ribu.

  1. Menganjurkan Terima Sembako dan Uang Suap

Melalui video yang diunggah di Facebook Prabowo pada Kamis, 21 Juni, jelang pemilihan kepala daerah 2018, Prabowo pernah menganjurkan para pendukungnya menerima uang dan sembako dari para calon kepala daerah. Ia beralasan, sembako atau uang suap itu pada dasarnya merupakan hak rakyat.

Dia meyakini uang yang digunakan untuk menyuap itu merupakan uang haram yang berasal dari rakyat Indonesia pula. Kendati ia menganjurkan masyarakat menerima suap, Prabowo mengimbau mereka tak terpengaruh dalam memilih kandidat. Prabowo mengklaim, dia dan Partai Gerindra tak bisa menyuap lantaran tak punya uang.

Apakah ucapan seperti ini pantas diungkapakan oleh seorang calon pemimpin?
Pantas-pantas aja
Mikir-mikir
Ga pantas lah
172 votes


Komentar

Fresh