Neraca Dagang RI Tekor Versi Kubu Prabowo | OPINI.id
Neraca Dagang RI Tekor Versi Kubu Prabowo

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier yang juga Anggota Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik ditambah maraknya pejabat pemerintah terlibat korupsi, membuat semua kebijakan ekonomi runtuh.  

Dalam diskusi Rabu Biru bertajuk 'Menilik Defisit Neraca Perdagangan, Pajak dan Kondisi Bisnis Indonesia' di Media Center Prabowo-Sandi, ia juga menyebutkan bahwa semua program kerja rezim sekarang hanya di atas kertas dan tidak ada hasil konkret.  

Menurutnya, neraca dagang Indonesia kembali mengalami defisit. Kondisinya semakin memprihatinkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada November ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang mencapai US$ 2,05 miliar, terparah sejak 2013.

Defisit neraca perdagangan ini terus terpuruk karena Indonesia saat ini tidak memiliki ekspor andalan. Dengan demikian pemerintah tidak bisa menahan defisit.

Selain itu, kebijakan ekonomi untuk menaikkan nilai ekspor serta valuta asing tidak dijalankan dengan baik. Tidak dikawal seperti pada pemerintahan sebelumnya, dan akhirnya defisit neraca perdagangan tidak bisa dielakkan lagi.

Bahkan, menurut Fuad, biang kerok defisit dagang saat ini paling besar disumbang oleh sektor migas. Impor migas per November masih bengkak dan menyumbang defisit US$ 1,5 miliar. Sepanjang Januari-November, tercatat defisit sudah mencapai US$ 12,15 miliar atau setara Rp 176 triliun.

Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini juga memandang jika aparat pemerintahan yang seharusnya mengelola kebijakan dengan baik dan menjalankan sesuai janji rezim ini, justru malah sibuk bekerja untuk Pilpres 2019.

Benarkah program kerja Pemerintah sekarang hanya di atas kertas dan tidak ada hasil konkret?
Ga bener
Bisa ya, bisa ga
Ya bener banget
285 votes

Komentar (1)

Fresh