Pasangan Prabowo-Sandi Gunakan 'Pasukan Siber'? | OPINI.id
Pasangan Prabowo-Sandi Gunakan 'Pasukan Siber'?

Hasil analisis media sosial dari perusahaan analis big data GDILab (Generasi Digital Indonesia) sepanjang tahun 2018 ini menyebutkan bahwa pendukung Prabowo-Sandi di media sosial diduga lebih banyak bergerak seperti pasukan siber (cyber troops) dengan komando terpusat.

Selain itu, kalangan pendukung Prabowo-Sandi juga lebih banyak memiliki akun media sosial yang mencurigakan. Cirinya adalah akun yang baru dibuat dan follower atau pengikut dengan jumlah yang sedikit .

Sementara, untuk pendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di media sosial mereka lebih banyak bergerak secara individual.

Chief Business dan co-founder GDILab, Jeffry Dinomo, mengatakan analisa ini dapat diindikasikan bahwa perilaku di kluster paslon Prabowo-Sandi terindikasi menggunakan cyber troops atau pasukan siber, sedangkan kluster pendukung paslon Jokowi-Ma'ruf terindikasi merupakan dukungan individu.

Analisa ini didasarkan pada tiga hal yaitu: perbandingan jumlah konten unggahan orisinal dan bukan unggahan ulang atau retweet, koordinasi yang baik dalam isu tertentu dan jumlah akun dengan perilaku mencurigakan atau suspicious behaviour yang lebih besar di kubu Prabowo.

Meski demikian, Jeffry Dinomo enggan menyebutkan apakah akun-akun mencurigakan ini dikomandoi oleh seorang konsultan. Dia hanya membenarkan bahwa perilaku ini terpusat.

Apakah menggunakan 'pasukan siber' di medsos akan membawa dampak positif?
Ya
Ragu-ragu
Ga lah
346 votes


Komentar

Fresh